Syahrul Yasin Limpo: Kementerian Pertanian Siapkan Anggaran KUR Sebesar Rp50 T

0
10
Syahrul Yasin Limpo saat menghadiri Gerakan Tutup Tanam Padi di lahan pasang surut, di Desa Karang Baru, Kecamatan Sumber Marga Telang, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan. (Foto: Humas Kementerian Pertanian)

gemahripah.co – Peningkatan produksi dengan menggunakan layanan program KUR (Kredit Usaha Rakyat) merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kesejahteraan petani di Indonesia. Kementerian Pertanian saat ini sudah menyiapkan anggaran KUR sebesar kurang lebih Rp50 triliun.

Hal itu disampaikan oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo saat menghadiri Gerakan Tutup Tanam Padi di lahan pasang surut, di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, Senin (23/12).

“Saya sangat mendorong penggunaan KUR ini. Karena itu petaninya juga harus berani mengambil KUR agar produksi meningkat dan losses-nya berkurang dengan penggunaan alsintan (alat mesin pertanian). Intinya kita tidak boleh pura pura atau bohong dalam mengurus pertanian ini. Sebab negara kita sudah banyak bantu,” katanya, dalam keterangan tertulis, Kamis (26/12)

Dalam acara yang dilaksanakan di Desa Karang Baru, Kecamatan Sumber Marga Telang itu, Syahrul Ya meminta para petani dan penyuluh terus meningkatkan kualitas produksi beras. Hal ini dimaksudkan  untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri dan pasar ekspor.

“Kalau mau ekspor harus ditingkatkan kualitas produksinya. Sebab kita akan bersaing dengan beras dari negara lain. Jadi saya mau kita kompak dan saling kerjasama,” katanya.

Baik petani maupun penyuluh, lanjut Syahrul, sama-sama memiliki peranan penting sebagai ujung tombak pertanian Indonesia. Mereka harus bisa menghitung berbagai kebutuhan pasar dan bisnis demi terwujudnya kedaulatan pangan.

“Oleh karena itu ongkos produksinya harus diturunkan. Kemudian tonasenya harus dinaikan. Makanya saya berharap kepada semua kelompok tani di desa ini bisa manfaatkan program KUR, karena memiliki bunga yang sangat rendah,” paparnya.

Syahrul mengaku sudah menjalin kerjasama dengan Pemprov Sumatera Selatan  untuk meningkatkan semua produksi yang berorientasi pada pencapaian ekspor. Kesepakatan itu melengkapi kesepakatan sebelumnya, yakni membangun Sumatera Selatan menjadi lebih modern dengan pemanfaatan teknologi dan mekanisasi.

“Ada dua yang sekarang sedang bergerak maju bersama Pemprov Sumsel. Pertama kita sepakat untuk melakukan ekspor dan menjamin kebutuhan rakyatnya dengan baik. Kemudian yang kedua mendorong penggunaan alsintan supaya produksi di sana lebih hemat dan lebih cepat,” katanya.

Sementara itu, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menyampaikan bahwa bantuan dan perhatian tersebut berhasil mengubah pola pikir petani Sumatera Selatan.  Dari yang tadinya petani konvensional menjadi modern. Dari yang semula menjadi petani saja,  sekarang enterpreneur.

“Tapi kami berharap ke depan infrastrukturnya terus dibangun. Saya mohon Pak Menteri bisa mengkomunikasikan hal ini dengan kementerian terkait,” harapnya. (GR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here