Dukung UMKM Digital di Pedesaan, Pemerintah Bangun Jaringann 4G di 9.130 Desa di Wilayah 3 T

0
13
(Foto: Inlytics @inlytics)

gemahripah.co – Saat ini banyak kegiatan ekonomi berbasis wisata seperti desa wisata dan homestay, umumnya merupakan usaha kecil, mikro, dan menengah (UMKM). Kekuatan ekonomi yang demikian, perlu untuk terus didukung dan didorong agar dapat tetap bertahan, serta terus berkembang selama masa pandemi.

Hal itu diungkapkan oleh Menteri Kominfo Johnny G. Plate dalam kunjungan kerjanya di Kabupaten Kulon Progo, Jumat (16/10/2020), dalam keterangan tertulisnya.

Menurut Johnny, Kementerian Kominfo telah melakukan pendataan jangkauan akses jaringan telekomunikasi 4G di seluruh Indonesia.  Saat ini menurutnya masih ada beberapa daerah yang belum terlayani jaringan 4G.

“Sebanyak 9.130 desa di wilayah Tertinggal, Terdepan dan Terluar (3T) yang akan dibangun oleh Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informaasi (BAKTI) Kominfo, dan sisanya 3.435 desa di luar 3T dibangun operator seluler,” ungkapnya.

Menurut Johnny, jaringan 4G merupakan pondasi utama dalam transformasi digital, khususnya ekonomi digital. Oleh karena itu, pihaknya menargetkan wilayah desa yang belum terlayani sinyal 4G akan tuntas pada 2022.

“Kami berharap dapat terselesaikan pada akhir 2022. Dengan demikian, lebih dari 823.000 lebih desa di Indonesia sudah atau akan terlayani sinyal 4G,” tegasnya.

Lebih lanjut Johnny menyampaikan, akses telekomunikasi memungkinkan ekonomi daerah lebih produktif. Bahkan, menurutnya, akan dapat mendorong UMKM, ekonomi mikro, komperasi dan BUMDes di seluruh Indonesia untuk memanfaatkan marketplace.

“UMKM dan koperasi sebagai soko guru ekonomi dan penyumbang 60 persen dari produk domestik bruto (PDB) nasional di Indonesia. Artinya memperkuat UMKM, memperkuat kontribusi PDB nasional Indonesia,” ujarnya.

Sektor UMKM dan Koperasi, tambahnya, cukup kuat bertahan di berbagai kondisi. Saat ini, pihaknya berharap agar usaha tersebut secara bertahap bermigrasi ke UMKM digital. Saat ini sebanyak 14 persen dari 64 juta UMKM, atau sekitar 9 juta pelaku UMKM sudah bisa bertransformasi menjadi usaha digital.

“Diharapkan setahun ke depan akan bertambah satu juta lagi menjadi 10 juta. Hal ini akan memperkuat perekonomian Indonesia,” jelasnya.

Johnny juga mengatakan, pembangunan akses telekomunikasi dimaksudkan untuk mendorong masyarakat agar ikut mengambil bagian dalam transformasi ekonomi digital. Dengan memfasilitasi dan membantu perkembangan UMKM dan Koperasi, pihaknya mengharapkan sektor ekonomi menjadi kuat menghadapi pandemi dan pemulihan ekonomi nasional.

“Dan masyrakat bisa mengambil bagian dan berpartisipasi dalam transformasi struktural ekonomi nasional. Tolong buat BumDes (Badan Usaha Milik Desa) yang sukses biar bisa menjadi contoh bagi yang lainnya,” pungkasnya. (GR)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here