Berkebun dapat Membantu Penderita Kanker Selama Pemulihan

0
9
Perri Chaplin, penyintas kanker payudara dari Noosa Hinterland di Sunshine Coast, sedang menunjukkan hasil panen sayur di kebun rumahnya. (Foto: Perri Chaplin)

gemahripah.co – Perri Chaplin didiagnosa menderita kanker payudara tahun lalu pada usia 32 tahun. Pandemi Covid-19 telah membuat pemulihannya menjadi semakin sulit.

“Saya mengalami gangguan kekebalan akibat kemoterapi. Saya berbelanja bahan makanan dengan mengenakan masker, bahkan sebelum terjadi pandemi Covid-19,” kata Perri, yang tinggal di Noosa Hinterland di Sunshine Coast, seperti dilansir ABC News.

Perri menjalani mastektomi ganda pada bulan April 2020, minggu yang sama ketika terjadi karantina wilayah karena pandemic Covid-19 melanda Queensland. Beberapa minggu setelah operasi, dia memutuskan untuk menanam sayur di kebunnya.

“Semula saya hanya ingin memenuhi kebutuhan makanan untuk keluarga saya selama terjadi karantina wilayah. Selain  itu juga untuk mengurangi frekewensi belanja ke supermarket,” ujarnya.

Tetapi dia segera menyadari bahwa merawat kebun sayurnya memiliki manfaat lain.

“Ternyata kegiatan ini menjadi terapi, rehabilitasi, dan untuk menghilangkan kecemasan akan pandemi Coviod-19. Ini luar biasa,” paparnya.

Saat ini Perri dan ketiga anaknya mendapatkan pasokan bahan makanan dari hasil berkebun. Kebutuhan telur juga diperoleh dari ayam yang dipelihara di halaman belakang rumahnya.

“Saya telah membuat salad, tumis, kari, pasta, dan banyak roti dengan sayuran segar dari kebun,” jelasnya.

Meskipun mereka bukan vegetarian, tapi Perri dan tiga anaknya mengkonsumsi makanan non daging  empat hari seminggu.

Dari hasil berkebun, Perri sering memiliki makanan yang berlimpah sehingga dia dapat berbagi dengan tetangga. Dia masih dapat menjalin hubungan dengan tetangga, saat banyak orang yang terisolasi secara sosial.

“Ketika menjalani kemo, Anda diberi obat yang sebagian ‘membunuh’ Anda. Bersamaan dengan itu Anda juga mendapatkan steroid. Selama kemo  Anda juga tidak bisa bergerak bebas, sehingga Anda tidak bisa beraktivitas,” katanya.

Tapi sekarang dia suka berkebun dan sangat senang merasakan tubuhnya mulai bangkit kembali saat  sayurannya tumbuh subur.

“Rambut saya tumbuh kembali seiring dengan tumbuhnya benih tanaman saya. Ini sesuatu yang luar biasa,” ungkapnya.

Sebelumnya Perri mendapat penjelasan dari perawat rehabilitasi. Perawat tersebut tidak melarang untuk berkebun, selama fisiknya mampu dan aktivitas itu membuatnya bahagia. Jika merasa sakit, dia disarankan untuk menghentikan sementara waktu aktivitasnya.

The Cancer Council mengungkapkan, bagi orang yang baru sembuh dari kanker, aktivitas fisik bermanfaat untuk mengelola beberapa efek samping akibat pengobatan, mempercepat pemulihan, meningkatkan kualitas hidup. Dan bahkan membantu mengurangi risiko beberapa jenis kanker berulang

Dr. Wendy Demark-Wahnefried, Direktur Asosiasi Pencegahan dan Pengendalian Kanker dari University of Alabama di Birmingham, dan peneliti utama dari sebuah studi yang disebut Harvest for Health, menyarankan agar pasien kanker yang ingin berkebun sebaiknya setelah menjalani perawatan kanker primer mereka.

“Salah satu alasan utama kami menyarankan berkebun sayur adalah potensi untuk pola makan yang lebih baik. Dan kami mengamati peningkatan yang signifikan secara statistik dari satu porsi sayuran sehari,” kata Dr Demark-Wahnefried. (GR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here