Tingkatkan Kunjungan Wisatawan ke Danau Kelimutu, Pemkab Ende Kembangkan Desa Waturaka Menjadi Wisata Agro

0
36
(foto: WisataNTT)

gemahripah.co – Sejak Y. Bouman menulis keindahan Danau Kelimutu pada tahun 1929, wisatawan dari berbagai negara mulai mengunjungi obyek wisata alam yang terletak di Pulau Flores itu. Danau dengan tiga warna yang terus berubah seiring perjalanan waktu tersebut, memang menawarkan pesona luar biasa.

Untuk menambah daya tarik Danau Kelimutu, Pemerintah Kabupaten Ende mengembangkan obyek wisata berbasis pertanian di Desa Waturaka, Kecamatan Kelimutu. Desa itu  hanya berjarak  54 kilometer dari Kota Ende. Jika  ditempuh menggunakan kendaraan bermotor membutuhkan waktu sekitar 2 jam.

Seperti dikutip dari WisataNTT, Desa Waturaka  merupakan salah satu dari 24 komunitas adat suku Lio yang menjadi penyangga Kawasan Taman Nasional Kelimutu. Dengan kondisi tanah yang subur, petani di desa tersebut membudidayakan berbagai komoditas horti, seperti cabai, tomat, tomat,  wortel, kentang dan beberapa sayuran lainnya.

Dengan kondisi alam yang subur dan hasil pertanian yang melimpah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ende akan mengembangkan desa tersebut menjadi obyek wisata agro. Selain Waturaka, Pemkab Ende juga akan mengembangkan Desa Woloara Barat.

Menurut Plt.Bupati Ende Djafar Achmad, seperti dikutip dari RRI.co.id (Kamis, 15/8/2019), dikembangkannya dua desa tersebut diharapkan bisa menjadi penyangga utama obyek wisata danau Kelimutu. Dengan demikian akan  bisa menambah jumlah kunjungan wisatawan .

Desa Waturaka, lanjut Djafar, akan dikembangkan menjadi desa agrowisata dimana wisatawan bisa melakukan aktivitas bertani mulai menanam, memetik hasil pertanian, hingga memasak sendiri.  Sedangkan Desa Woloara Barat akan difokuskan pada wisata berkuda sebagai alat transportasi menuju ke Danau Kelimutu.

“Pengembangan konsep desa agrowisata Waturaka dan wisata berkuda di Woloara Barat menjadi kekuatan untuk menarik banyak wisatawan baik lokal maupun manca negara, agar mereka berkunjung ke obyek wisata danau Kelimutu,” ujarnya.

Lebih lanjut Djafar menyampaikan, selain kedua desa tersebut, kedepan Pemkab Ende  juga akan mengembangkan konsep desa wisata sepeda air di danau Tiwusora, Kecamatan Lepembusu Kelisoke.

“Khusus untuk pengembangan wisata Danau Tiwusora, pemerintah akan terus membangun komunikasi dengan mosalaki sebagai penguasa ulayat. Konsep ini dikembangkan agar bisa meningkatkan ekonomi masyarakat dengan kehadiran wisatawan,” pungkasnya. (GR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here