Menyusuri Kanal dengan Perahu Menuju Berbagai Obyek Wisata Agro di Thailand

0
21
Kolam Teratai, salah satu obyek agro wisata Thailand. (foto: Amazing Thailand)

gemahripah.co – Tidak hanya pulau, pantai, dan kuil-kuil yang indah, Thailand juga memiliki keragaman budaya dan wisata agro yang layak untuk dijelajahi.  Bagaimanapun, Thailand adalah kerajaan petani, yang terkenal dengan beras, sutra, dan produk makanannya di seluruh dunia.

Seperti dilansir oleh Amazing Thailand, beberapa obyek wisata agro di Thailand mulai dikembangkan oleh pemerintah sejak tahun 2015. Seperti misalnya Khlong Mahasawat di Nakhon Pathom, Pak Phanang di Nakhon Si Thammarat, Ban Khok Muang di Buri Ram, dan Khao Kho di Phetchabun.

Empat obyek wisata tersebut memberi penawaran berwisata sambil belajar budaya pedesaan Thailand. Para wisatawan bisa bertemu dengan penduduk desa, menginap di rumah penduduk, dan  mendukung komunitas pedesaan untuk meningkatkan kesejahteraan mereka.

Yang paling dekat dengan Bangkok adalah daerah di sepanjang Khlong Mahasawat, sebuah kanal terkenal di Nakhon Pathom. Di Provinsi tersebut memang banyak terdapat kanal yang melintas.

Tapi yang terkenal adalah kanal tua yang menghubungkan Khlong Bangkok Noi dengan Sungai Nakhon Chaisi, yang dibuat 156 tahun yang lalu. Pembangunan konstruksinya dimulai dari 1860-1862, saat pemerintahan Raja Rama IV. Kanal tersebut untuk irigasi lahan pertanian subur seluas  32 km2.

Jika ingin melintas di kanal itu sebaiknya pada pagi hari, untuk menghindari sengatan matahari. Dengan mengendarai  perahu ekor panjang, wisatawan diantar untuk mengunjungi kebun buah-buahan, perkebunan teratai, dan perkebunan anggrek di sepanjang jalan.

Perjalanan dimulai dari kuil Wat Suwannaram,  sambil menunggu wisatawan bisa memberi makanan  berupa pelet kepada  ikan lele yang hidup di kanal. Ketika   pelet dilempar ke permukaan air kanal, ikan-ikan itu langsung berebut satu sama lain.

Perhentian pertama adalah sentra budidaya bunga lotus. Siapa pun yang pernah berwisata ke Thailand akan mengerti bahwa bunga  lotus menjadi bunga renungan dan simbol kemurnian spiritual. Di samping itu, bunga lotus  juga untuk dikonsumsi dan bisa digunakan untuk obat-obatan herbal.

Perjalanan berikutnya adalah  kolam teratai. Wisatawan bisa menikmati indahnya embun pagi mengalir dari dedaunan besar, ketika para pemetik memanen kuncup teratai. Teratai yang dibudidayakan di kolam tersebut hanya terdiri dari teratai bunga merah muda dan putih, yang diekspor ke seluruh Asia.

Di  Khlong Mahasawat, terdapat kebun mangga, jambu biji, nangka besar dan pomelo, dengan panen melimpah. Wisatawan bisa berpetualang menyusuri perkebunan tersebut dengan mengendarai traktor-trailer, dengan pengemudi yang tangkas.

Setelah itu wisatawan diajak untuk mengunjungi  desa nasi Ban Saladin, di mana wisatawan dapat mencoba beberapa sajian lezat seperti kerupuk nasi renyah yang dilapisi telur angsa asin, makanan khas setempat. Wisatawan bisa membawa makanan tersebut untuk dibawa pulang.

Perhentian terakhir dari perjalanan menyusuri kanal adalah sentra budidaya anggrek. Anggrek-anggrek itu hanya membutuhkan pasokan air yang baik untuk tumbuh, dan banyak yang disemai dalam sekam kelapa atau hanya ditangguhkan di keranjang. Asal tahu saja, Thailand merupakan pengekspor komoditas bunga dengan jumlah terbesar di dunia. (GR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here