Spesies Baru Udang “Hobbit” Berbulu Ditemukan di Indonesia

0
12
(Foto: Earth Archives)

gemahripah.co – Udang Hobbit (kerdil) berbulu ditemukan oleh para ilmuwan di perairan Pulau Ternate, Indonesia. Ketika diberi kehormatan untuk memberi nama spesies baru ini pada tahun 2016, Ahli biologi Werner de Gier memberi nama Odontonia Bagginsi.

Seperti dilansir oleh Earth Archives, nama tersebut dianggap sebagai nama yang tepat, mengingat ukurannya yang kecil dan memiliki kaki berbulu seperti keluarga Hobbit di Baggins dalam film Lord of The Rings. Dengan nama ini, de Gier ingin memberikan perhatian lebih kepada kelompok hewan laut yang sering diabaikan.

Temuan Udang Hobbit merupakan hasil kerjasama antara Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan Pusat Keanekaragaman Hayati Naturalis Leiden, Belanda. Selama ini Ternate memang dikenal karena kehidupan lautnya yang kaya.

Pulau tersebut terletak di antara pulau-pulau yang kaya terumbu karang dari Kalimantan hingga Papua. Dilihat dari sisi geografisnya, Ternate diperkirakan menghasilkan keragaman gabungan dari terumbu karang Indonesia bagian barat dan timur.

Meskipun ekspedisi selama empat minggu pada tahun 2009 berfokus pada karang, para ilmuwan juga melihat makhluk lain yang hidup berdampingan dan berinteraksi dengan mereka. Udang Hobbit adalah salah satunya.

“Secara total, ada sekitar 4000 spesies udang di seluruh dunia, di mana sekitar 20%-nya diketahui hidup dalam simbiosis,” kata pakar krustasea Charles Fransen, yang juga terlibat dalam penelitian itu.

Yang menarik, setiap spesies udang hidup memiliki hubungan yang erat dengan satu inang tertentu. Beberapa dari mereka hidup di dalam  tiram, yang lain menumpang  di landak laut dan bintang laut. Udang Hobbit lebih menyukai tinggal di dalam rongga tubuh makhluk mirip vas yang terasa kenyal bila disentuh.

Hingga saat ini masih cukup sulit untuk mengetahui untuk apa bulu pada udang kerdil itu. “Kita hanya bisa berspekulasi, fungsi rambut mungkin hanya untuk penginderaan. Bagian yang menarik adalah di dactyli (struktur seperti jari) pada kaki, karena setiap spesies berbeda dalam struktur itu, ” jelas de Gier.

Selain kaki yang  berbulu, keberadaan  dactyli yang menjadi indikasi para peneliti bahwa udang ini merupakan spesies baru. Setiap spesies udang simbiotik mengembangkan “jari” berbentuk berbeda,  untuk menangkap hewan inang mana pun yang mereka pilih untuk dijadikan rumah.

Tetapi tidak selalu mudah untuk mengetahui spesies baru dengan hanya mengandalkan mata saja. Odontonia plurellicola, spesies udang lain yang  juga relatif baru ditemukan, terlihat hampir sama dengan udang Odontonia yang sudah ditemukan lebih dulu.

Di sinilah analisis DNA membantu ahli biologi memastikan identitas makhluk yang dikategorikan sebagai temuan baru. Analisis semacam itu juga membantu para peneliti memetakan keanekaragaman dan distribusi hewan-hewan. Terutama hewan-hewan di daerah laut yang kaya akan keanekaragaman, yang sering disebut dengan Segitiga Terumbu Karang di Asia Tenggara.

“Naturalis telah melakukan penelitian di Indonesia bersama dengan LIPI selama beberapa dekade terakhir. Kami telah melihat keanekaragaman hayati laut di banyak wilayah di Indonesia, seperti Jawa, Bali, Ambon, Raja Ampat, Kalimantan Timur, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tenggara dan banyak lagi. Dan negara-negara di sekitarnya, misalnya Malaysia dan Filipina, ” ungkap Fransen.

Diharapkan bahwa arus antar-samudera dari Pasifik ke Samudera Hindia dan lempeng tektonik di wilayah tersebut telah berkontribusi pada pergerakan dan distribusi makhluk hidup di laut.

Di kawasan bawah laut terdapat ribuan spesies makhluk hidup yang berbaur. Mungkin perlu beberapa saat sebelum kita belajar lebih banyak tentang kehidupan seekor udang kecil dan kakinya yang berbulu.

Udang Hobbit mungkin tidak pernah keluar dari lubangnya yang nyaman dan menuju ke gunung berapi di dekatnya. Tetapi beragam populasi populasi di wilayah ini akan memiliki lebih banyak hal  untuk diceritakan. (GR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here