Rekayasa Genetik pada Kambing Hasilkan Susu untuk Membuat Bahan Sekuat Jaring Laba-laba.

0
62

gemahripah.co – Hampir semua orang pasti mengetahui laba-laba, hewan yang bisa membuat perangkap berupa jaring yang kuat untuk menangkap mangsanya. Dan hampir semua orang juga tahu kambing, mamalia berjenggot yang daging dan susunya menjadi sumber protein manusia.  Tapi apakah Anda tahun tentang kambing laba-laba?

Seperti dilansir oleh KSL.com, di peternakan selatan Utah State University (USU) di Wellsville  ada hampir dua lusin hewan yang disebut dengan ‘kambing laba-laba’. Disebut demikian, bukan karena penampilan atau kepribadian mereka. Tapi karena kambing-kambing itu menghasilkan susu dengan protein khusus, yang dapat diubah menjadi bahan sekuat jaring laba-laba.

“Saya sering ditanya apakah kambing-kambing itu juga menembakkan jaring laba-laba. Tidak, kambing ini seperti kambing pada umumnya, hanya saja ada protein laba-laba dalam susu mereka,” kata Savannah Callahan, mahasiswa Ilmu Pertanian USU.

Callahan menghabiskan beberapa hari dalam seminggu bersama dengan hewan-hewan itu. Sekilas memang kambing-kambing itu tidak memiliki kelebihan.  Tapi ternyata mamalia itu menghasilkan bahan yang sangat berharga.

Melalui proses yang disebut transfer nuklir sel somatik, kambing-kambing tersebut mewarisi gen, yang menjadikan susu mereka mengandung protein tertentu. Susu yang dihasilkan nantinya akan dibuat para ilmuwan menjadi berbagai bahan yang kuat.

Randy Lewis, Profesor USU Biologi, menyampaikan bahwa pihaknya memurnikan protein susu, kemudian memintal serat atau membuat gel, pelapis, atau apa pun yang mereka inginkan.

“Kita bisa membuat benda seperti perekat kuat, lebih kuat dari Gorilla Glue, dan bahan yang bisa menggantikan serat karbon. Anda benar-benar dapat membungkus ini sekitar 360 derajat, dan itu tidak akan pecah,” katanya.

Lewis mengatakan, mereka pada akhirnya berharap untuk menggunakan bahan sutra laba-laba untuk membentuk ligamen buatan yang tahan lama, bagi orang-orang yang mengalami cedera lutut atau pundak.

“Kami melihat ini sebagai langkah maju,” ujar Lewis.

Para peneliti di USU mengatakan mereka berada pada tahap awal, tetapi mereka membuat kemajuan dan telah menemukan cara untuk membuat materi dalam skala yang lebih besar. Mereka juga menyampaikan, akan butuh waktu sebelum bahan  yang mereka ciptakan memasuki pasar komersial. (GR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here