Penemuan Ritsleting, dari Elias Howe hingga Gideon Sundback

0
23
Ritsleting pertamakali ditemukan pada tahun 1851. (Foto: gemahripah.co)

gemahripah.co – Ritsleting, piranti satu ini sangat dekat dengan keseharian kita. Coba bayangkan jika tidak ada benda yang punya peran penting dalam menggabungkan dua sisi, agar bisa menyambung dengan rapi ini.

Selain celana kolor (dan beberapa varian jeans yang masih bertahan dengan kancing), hampir semua celana menggunakan ritsleting. Tidak hanya celana dan berbagai jenis pakaian lainnya, tapi juga beragam tas, sepatu, tenda, dan banyak lagi.

Penggunaan ritsleting  untuk kepraktisan dan kerapian. Dalam sekali tarikan, celana dan tas tertutup dengan rapi. Coba bayangkan ketika ritsleting tidak ditemukan. Alangkah lambatnya hidup ini. Sebelum berangkat kerja, kita harus mengancingkan satu demi satu celana kerja kita.

Seperti dilansir ThoughtCo, bermula dari Elias Howe, Jr. (1819-1867), penemu mesin jahit, yang menerima paten pada tahun 1851 untuk penemuan berupa alat penutup pakaian otomatis.

Tapi mungkin karena kesuksesan dalam penjualan produk mesin jahitnya, Howe tidak mengejar pemasaran sistem penutupan pakaiannya. Akibatnya, dia kehilangan kesempatan untuk menjadi Bapak Ritsleting yang diakui dunia.

Empat puluh empat tahun kemudian,  Whitcomb Judson (1846–1909) menemukan dan memasarkan perangkat yang dinamakan “Clasp Locker”, sistemnya mirip dengan yang dijelaskan dalam paten Howe pada tahun 1851.

Penemuannya ini kemudian dipasarkan dengan gencar,  sehingga Whitcomb dinobatkan sebagai penemu ritsleting. Namun, paten 1893 miliknya tidak menggunakan kata “zipper”.

Bersama pebisnis Kolonel Lewis Walker, Whitcomb meluncurkan Universal Fastener Company untuk memproduksi perangkat baru tersebut. Clasp Locker memulai debutnya di Pameran Dunia Chicago 1893 dan mendapatkan kesuksesan komersial yang lumayan.

Dua penemuan ritsleting tersebut kemudian disempurnakan oleh seorang insinyur listrik kelahiran Swedia bernama Gideon Sundback (1880–1954).

Awalnya Sundback  bekerja di Universal Fastener Company. Kepiawaian dalam mendesain dan pernikahannya dengan putri manajer pabrik Elvira Aronson, membawanya ke posisi sebagai kepala desainer di perusahaan tersebut.

Ketika istri Sundback meninggal pada tahun 1911, dia menyibukkan diri di meja desain. Pada Desember 1913, Sundback menemukan apa yang dikenal sebagai ritsleting modern, yang banyak digunakan saat ini.

Sistem ritsleting Sundback lebih sempurna, dengan jumlah elemen pengikat dari empat per inci menjadi 10 atau 11. Ritsletingnya memiliki dua baris gigi menghadap yang ditarik menjadi satu bagian oleh penggeser dan meningkatkan bukaan untuk gigi yang dipandu oleh penggeser . Patennya untuk  ritsleting dengan desain “Pengikat Terpisah” dikeluarkan pada tahun 1917.

Sundback juga menciptakan mesin pembuat ritsleting . Dalam tahun pertama pengoperasiannya, mesin pembuat ritsleting Sundback mampu memproduksi beberapa ratus kaki pengikat per hari.

Penggunaan ritsleting untuk sepatu bot dan kantong tembakau dimulai oleh B. F. Goodrich Company. Butuh waktu 20 tahun lagi untuk meyakinkan industri mode agar secara serius mempromosikan ritsleting pada industri garmen.

Pada tahun 1930-an, penjualan pakaian anak-anak dengan menggunakan ritsleting dimulai. Promosinya  menganjurkan ritsleting sebagai cara untuk kemandirian anak-anak.  Karena pakaian dengan menggunakan ritsleting, memungkinkan mereka mampu mengenakan pakaian sendiri.

Saat ini ritsleting  digunakan dalam pakaian, koper, barang-barang dari kulit, dan banyak benda lainnya. Ribuan mil ritsleting diproduksi setiap hari untuk memenuhi kebutuhan konsumen, berkat upaya awal dari banyak penemu ritsleting terkenal tersebut. (GR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here