Para Ilmuwan Berhasil Menciptakan ‘Koktail’ Enzim  Pengurai Sampah Plastik 6 Kali Lebih Cepat

0
17
Sampah plastik yang menumpuk di Bournemouth, Inggris. (Foto: Nick Fewings @jannerboy62)

gemahripah.co – Para ilmuwan yang merekayasa ulang enzim pemakan plastik PETase, kini telah menciptakan ‘koktail’ enzim yang dapat mengurai plastik hingga enam kali lebih cepat.

Seperti dilansir ScienceDaily, enzim kedua yang ditemukan di bakteri penghuni sampah yang sama, yang hidup dengan cara mengkonsumsi botol plastik itu, telah dikombinasikan dengan PETase untuk mempercepat penguraian plastik.

PETase memecah polietilen tereftalat (PET) kembali menjadi blok penyusunnya, menciptakan peluang untuk mendaur ulang plastik tanpa batas dan mengurangi polusi plastik dan gas rumah kaca yang mendorong perubahan iklim.

PET adalah termoplastik paling umum yang digunakan untuk membuat botol minuman sekali pakai, pakaian, dan karpet. Tapi material ini membutuhkan waktu ratusan tahun untuk terurai di alam. Tapi PETase dapat mempersingkat waktu ini menjadi hanya beberapa hari saja.

Penemuan awal tersebut membuka prospek revolusi dalam daur ulang plastik, menciptakan solusi energi rendah potensial untuk menangani limbah plastik. Tim ilmuwan merekayasa enzim PETase alami di laboratorium, menjadi sekitar 20 persen lebih cepat dalam memecah PET.

Dalam penemuan yang dipublikasikan di jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences itu, tim trans-Atlantik yang sama telah menggabungkan PETase dan ‘mitranya’, enzim kedua yang disebut MHETase.

Untuk menghasilkan peningkatan yang jauh lebih besar, cukup mencampurkan PETase dengan MHETase, untuk menggandakan kecepatan pemecahan PET. Para ilmuwan merekayasa hubungan antara dua enzim untuk membuat ‘super-enzym’, yang mampu meningkatkan aktivitasnya.

Tim ini dipimpin oleh para ilmuwan yang merancang PETase, Profesor John McGeehan, Direktur Pusat Inovasi Enzim (CEI) dari Portsmouth University, dan Dr Gregg Beckham, Peneliti Senior di Laboratorium Energi Terbarukan Nasional (NREL) Amerika Serikat.

Menurut Profesor McGeehan, dia dan Gregg mendiskusikan tentang bagaimana PETase menyerang permukaan plastik dan MHETase mencernanya. Jadi terlihat wajar untuk melihat apakah dapat menggunakannya bersama, meniru apa yang terjadi di alam.

“Eksperimen pertama kami menunjukkan bahwa keduanya bekerja bersama dengan lebih baik. Jadi kami memutuskan untuk mencoba menghubungkan mereka secara fisik, seperti dua Pac-men yang digabungkan dengan seutas tali,” ujarnya.

Profesor McGeehan juga menyampaikan, pihaknya sangat senang melihat bahwa enzim chimeric baru tersebut mampu mengurai plastik hingga tiga kali lebih cepat daripada enzim terpisah yang berevolusi secara alami. (GR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here