Apakah Nyamuk Bisa Menularkan Virus Corona?

0
9
(Foto: Kameneb @ekamelev)

gemahripah.co – Nyamuk memang dikenal sebagai binatang yang dapat menularkan berbagai penyakit, di antaranya adalah virus Zika, virus West Nile, dan demam berdarah. Tapi apakah nyamuk bisa menularkan Virus Corona kepada manusia?

Seperti dilansir Reader’s Digest, WHO mengungkapkan bahwa Corona adalah virus yang menyerang pernapasan. Cara penularan utamanya melalui droplet yang terlepas ke udara dari seseorang yang terinfeksi virus tersebut. Droplet dapat terlepas ketika seseorang  batuk, bersin, berbicara, atau bernapas tanpa masker.

Yesim Tozan, PhD, asisten profesor kesehatan global di NYU School of Global Public Health New York City, mengungkapkan ketika nyamuk menggigit manusia yang terinfeksi virus, partikel virus tersebut segera bergerak menuju perutnya.

“Pada saat virus berkembang biak di dalam tubuh nyamuk, ia dapat menyebar ke ke bagian kepala. Jika virus mencapai kelenjar ludah dan air liurnya,  maka nyamuk dapat menularkan ke manusia. Penularan tersebut terjadi saat nyamuk menggigit manusia sehat, dan menyuntikkan air liurnya yang mengandung partikel virus tersebut,” jelasnya.

Secara sederhana, tambah Tozan, virus harus bertahan selama proses pencernaan, berkembang biak di dalam tubuh nyamuk, dan melewati dinding usus untuk mencapai kelenjar ludahnya.

“Kabar baiknya, tidak ada bukti bahwa hal ini pernah terjadi pada virus SARS apa pun, termasuk Covid-19. Bahkan dalam kondisi ekstrim, virus corona tidak dapat bereplikasi pada nyamuk dan tidak dapat ditularkan ke manusia,” paparnya.

Sementara itu, Coby Schal, PhD, profesor entomologi dan patologi North Carolina State University, mengungkapkan bahwa virus Covid-19, serta virus SARS-CoV dan MERS yang ditelitinya bertahun-tahun, tidak berkembang biak secara efisien pada nyamuk.

“Virus corona tidak bisa berkembang dengan baik di dalam darah manusia. Berbeda dengan virus khas nyamuk seperti demam berdarah dan demam kuning,” jelas Schal.

Schal mengungkapkan, ada beberapa penyakit yang bisa ditularkan nyamuk kepada manusia, beberapa di antaranya bisa mematikan.

“Misalnya, nyamuk demam kuning (Aedes aegypti), yang hidup di Florida selatan dan Louisiana di Amerika Serikat, dapat membawa virus Zika, chikungunya, demam berdarah, dan virus lainnya,” katanya.

Beberapa negara miskin, ungkapnya,  saat ini mengalami lonjakan tingkat demam berdarah. Hal ini terkait erat dengan pandemic COVID-19.

“Negara-negara mengalihkan sumber dayanya untuk membantu mengurangi risiko Covid-19. Akibatnya, jumlah penderita demam berdarah meningkat, karena tidak ada cukup dana untuk mencegahnya,” ujarnya.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS, belum ada obat khusus untuk mengobati berbagai virus yang disebarkan oleh nyamuk. Sehingga penting untuk melindungi diri dari gigitan nyamuk, terutama selama musim “aktif” mereka.

Saat menghabiskan waktu di luar ruangan, gunakan pengusir serangga terdaftar dengan salah satu bahan aktif seperti DEET, picaridin, IR3535, minyak lemon eucalyptus, Para-menthane-diol, atau 2-undecanone. (GR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here