Pandemi Belum Berakhir, Bagaimana Wajah Perkantoran Saat ini?

0
7
(Foto: Chriptopher Gower @cgower)

Oleh: Hattie Gladwell

gemahripah.co – Pandemi telah menunjukkan kepada kita bahwa banyak pekerjaan dapat dilakukan tanpa harus berada di tempat kerja. Utamanya pada beberapa pekerjaan dapat dilakukan secara daring.

Elvira Muñoz Beraza, Direktur Desain Strategis Ruang di IE School of Architecture and Design,  Madrid, mengatakan bahwa pandemic COVID-19 mengubah kantor menjadi lebih baik.

“Kantor adalah tempat kolaborasi, interaksi sosial dan rasa memiliki. Ini menyiratkan lebih sedikit ruang ‘saya’ dan lebih banyak ruang ‘kita’. Area terbuka panjang yang diisi dengan piranti kerja individu atau disekat per bilik, telah hilang,” ujarnya.

Kantor sedang dikonfigurasi ulang sebagai tempat yang utamanya ada untuk kerja tim dan aktivitas kolaboratif. Meskipun dengan tindakan jarak sosial yang ketat dan partisi yang memisahkan tim dan departemen yang berbeda.

Arsitek dan desainer interior kantor menata ulang denah kantor dan posisi meja kerja. Penggunaan tangga dimaksimalkan untuk mengurangi pemakaian lift.

Dan, tentu saja, upaya berkelanjutan untuk meminimalkan penggunaan permukaan yang sering disentuh, seperti keran, gagang pintu, dan tombol.

Beraza berfokus pada bagaimana perkantoran dapat berkembang untuk memenuhi kebutuhan perusahaan dan karyawannya yang terus berubah.

“Saya yakin desain tempat kerja perlu fokus pada kombinasi gabungan fisik dan virtual, individu dan kolektif, tindakan, tugas, dan kolaborasi internal dan eksternal,” jelasnya.

Menurutnya, kerja jarak jauh tetap harus dikombinasikan dengan pertemuan fisik. Pekerjaan jarak jauh berkelanjutan memberikan lebih banyak pilihan, lebih inklusif dan beragam. Budaya kantor pukul sembilan sampai lima  akan hilang.

Lewis Barker, manajer senior layanan tempat kerja ServiceNow, EMEA, percaya bahwa setelah COVID-19, perbedaan antara “bekerja dari rumah” dan “bekerja di kantor” tidak akan ada lagi.

“Bagi banyak karyawan, ruang kerja kantor tradisional telah berakhir. Bagi mereka, pekerjaan ada di mana pun mereka inginkan atau dibutuhkan, di layar dan perangkat digital apa pun yang mereka sukai, ”katanya.

Satu hal yang akan menjadi kuncinya, lanjut Barker, adalah bagaimana teknologi akan mempengaruhi lingkungan fisik.

Barker yakin fleksibilitas ini akan menjadi faktor yang semakin penting untuk menarik dan mempertahankan staf.

Liran Daniel, Manajer Dukungan Sistem TI di ServiceNow, menunjukkan munculnya solusi layanan mandiri yang menggunakan teknologi seperti kecerdasan buatan, pembelajaran mesin, dan augmented reality.

“Perubahan itu akan membuat Anda menjadi lebih produktif dan lebih sedikit membuang waktu untuk meminta bantuan. Memungkinkan Anda menyelesaikan pekerjaan lebih cepat sambil menjaga kualitas tetap tinggi,” paparnya.

Daniel menyampaikan bahwa kita akan memiliki lebih banyak waktu untuk bersama keluarga dan teman. Dan, seperti yang kita lihat, tidak perlu menelepon divisi TI (teknologi informasi) dan menunggu bantuan.

“Dengan menggunakan AI (artificial intelligence) dan pembelajaran mesin, Anda akan memiliki ‘wizard‘ yang terpasang di laptop Anda, yang akan memberi Anda jawaban dan bahkan menyelesaikan masalah Anda,” ungkapnya.

Di dalam kantor, teknologi baru diadopsi untuk memungkinkan protokol keselamatan yang lebih ketat. Perusahaan beralih ke teknologi sensor bebas sentuh untuk pegangan, tombol, dan keran, menandakan kebalikan dari layar sentuh, seperti saat pra-Covid.

“Ini tentang mencoba mengurangi jumlah titik kontak yang disentuh karyawan, apakah itu pintu otomatis, mesin kopi, pembaca kartu akses, dan hal-hal seperti itu , untuk mengurangi kontaminasi secara umum,” ujarnya.

Daaf Serné, Direktur Real Estat Global ServiceNow, menyarankan agar ruang kantor diperluas, dan memikirkan ulang bagaimana cara kita dapat bertemu dan berkolaborasi di kantor dengan aman.

“Peran AI di tempat kerja pada masa depan akan membantu  memprediksi kapan orang akan masuk dan bagaimana manajemen dapat mengoptimalkan  ruang  dengan lebih baik,” katanya. (Artikel ini pernah dimuat di The Guardian)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here