CSR Berbeda dengan Filantropi

0
29
(Foto ilustrasi: Ehimetalor Akhere Unuabona @theeastlondonphotographer)

gemahripah.co – Belakangan ini semakin banyak konsumen menuntut perusahaan mengubah cara mereka berbisnis. Konsumen menuntut agar mereka menjadi lebih transparan, dan berperan aktif dalam menangani masalah sosial, budaya, dan lingkungan.

Untuk memenuhi tuntutan konsumen tersebut, saat ini sudah banyak perusahaan yang mengimplementasikan program tanggung jawab sosial perusahaan atau  dikenal dengan CSR (corporate social responsibility).

Seperti dilansir laman Ohio University, dalam implementasinya perusahaan mengambil langkah-langkah untuk memastikan terjadinya dampak sosial dan lingkungan yang positif, terkait dengan operasional bisnis mereka.

Dalam implementasi CSR, perusahaan aktif memperhatikan cara mereka dalam menjalankan bisnis, dengan memperhatikan penanganan masalah budaya dan sosial, dengan tujuan mendapatkan keuntungan dari kedua belah pihak.

Model CSR tidak hanya dapat meningkatkan bisnis dan pendapatan, tetapi juga mendorong perubahan dan kemajuan masyarakat. Tapi CSR  berbeda dengan filantropi. Ketika diterapkan dengan benar, CSR harus tertanam dalam nilai dan budaya perusahaan, dan secara positif mempengaruhi cara perusahaan menjalankan bisnis.

CSR harus melekat dalam visi dan misi  perusahaan, dan  memiliki tempat yang kuat dalam pemasaran dan periklanan. Perusahaan harus menyadari bahwa mempublikasikan program CSR secara tepat akan menguntungkan citra perusahaan.  Tapi jika tidak, dapat menyebabkan publisitas yang buruk.

Bisnis yang mengabaikan tanggung jawab sosial perusahaan berisiko terhadap keuntungan dan citra perusahaan. Memiliki reputasi yang buruk secara sosial dan lingkungan dapat menciptakan efek negatif yang serius pada profitabilitas dan kesuksesan perusahaan secara keseluruhan.

Karena saat ini konsumen ingin menghabiskan uang mereka untuk produk dan layanan yang mereka yakini. Mereka akan menggunakan produk yang dihasilkan oleh perusahaan yang mengikuti praktik etika yang sesuai dengan keinginan mereka.

Perusahaan dengan model CSR

Program CSR The Coca-Cola Company yang dikenal sebagai 5 × 20 bertujuan untuk mempekerjakan lima juta wanita di negara berkembang pada tahun 2020 dalam peran pembotolan dan distribusi.

Tujuannya tidak hanya akan memberi manfaat bagi perempuan di komunitas sekitar pabrik pembuatan Coca-Cola, tetapi juga dapat bermanfaat bagi masyarakat secara keseluruhan. Karena perusahaan bertujuan untuk menyediakan akses yang lebih baik ke perawatan kesehatan dan pendidikan yang lebih baik bagi karyawan mereka.

Model CSR yang diterapkan oleh Visa memberikan peluang keuangan bagi orang-orang yang tinggal di wilayah berkembang di dunia. Dengan bermitra dengan pemerintah daerah dan organisasi nirlaba, orang-orang yang sebelumnya tidak memiliki akses ke manfaat perbankan dan layanan keuangan kini dapat mengaksesnya.

The Gates Foundation menemukan bahwa jenis layanan ini membantu orang berpenghasilan rendah dan orang miskin mengelola keuangan mereka di saat-saat sulit, membangun aset, dan meningkatkan konektivitas di seluruh dunia.

Dalam skala yang lebih kecil, ada perusahaan wirausaha yang dikenal sebagai Korporasi B yang menerapkan CSR ke dalam struktur bisnis mereka sendiri. Misi mereka ada tiga: manusia, planet, dan keuntungan. “B” mengacu pada menguntungkan, dan tiga puluh satu negara bagian di AS saat ini mengakui Korporasi B.

Bisnis ini diwajibkan oleh undang-undang untuk memenuhi standar ketat kinerja sosial dan lingkungan, dengan perusahaan seperti Generasi Ketujuh, Pura Vida, dan Etsy sebagai contoh yang bagus dari korporasi B.

Pentingnya CSR bagi Milenial

Seiring pertumbuhan populasi konsumen milenial, penting bagi perusahaan untuk mempertimbangkan status tanggung jawab sosial perusahaan mereka. Menanamkan model tanggung jawab sosial diperlukan untuk menarik apa yang menjadi salah satu segmen pasar terbesar.

Milenial sangat paham teknologi, dan mereka tidak berpikir dua kali untuk meneliti perusahaan dan melihat catatan etis serta praktik perburuhannya. Banyak yang merasa sudah menjadi tugas mereka untuk melakukan bagian mereka dalam membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik. Dan generasi yang sedang berkembang ini tidak ingin dikaitkan, dengan mendukung perusahaan yang tidak bertanggung jawab atas planet Bumi dan seluruh penghuninya.

Keterlibatan karyawan juga terkait dengan reputasi CSR perusahaan. Survei Deloitte baru-baru ini menemukan bahwa 70 persen generasi milenial mengakui bahwa komitmen perusahaan terhadap tanggung jawab sosial memengaruhi pilihan mereka untuk bekerja di sana.

Dengan generasi milenial yang akan segera menjadi segmen angkatan kerja generasi terbesar, perusahaan yang ingin mempekerjakan mereka perlu menerapkan CSR. Milenial tidak hanya ingin mengonsumsi produk dan layanan dari perusahaan yang memiliki keberadaan CSR. Mereka juga ingin mengambil bagian dalam membuat perubahan sosial dan lingkungan. (GR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here