Virus Corona Ditemukan pada Kemasan Makanan Beku di Tiongkok

0
14
Makanan beku di sebuah toko di Beijing. (Foto: Roman Pilipey / EPA)

gemahripah.co – Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Tiongkok (CDC), pada Sabtu (17/10/2020), mengatakan telah menemukan virus corona pada kemasan makanan beku. Temuan ini menunjukkan bahwa virus tersebut dapat bertahan dalam rantai pasokan dengan suhu rendah.

Seperti dilansir The Guardian, CDC menemukan virus corona di kemasan luar ikan beku di kota pantai timur Qingdao. Hal itu menandai pertama kalinya virus corona terdeteksi di luar ruangan berpendingin.

Para peneliti sedang menyelidiki keberadaan virus tersebut, yang terkait dengan sebuah rumah sakit di Qingdao.

Jejak genetik sebelumnya telah ditemukan dalam sampel makanan beku tetapi tidak ada virus yang berhasil diisolasi.

“Telah dipastikan bahwa kontak dengan kemasan luar makanan beku yang terkontaminasi oleh virus corona, dapat menyebabkan infeksi,” kata sumber dari CDC dalam sebuah pernyataan di situsnya, tanpa menyebutkan dari mana asal makanan beku tersebut.

Tiongkok merupakan salah satu dari sedikit negara yang menunjukkan kemungkinan penularan virus corona melalui makanan beku. Ketika Beijing mengalami wabah kedua pada bulan Juni 2020, setelah sebagian besar virus berhasil dikendalikan, para pejabat di negara tersebut berspekulasi bahwa cluster baru itu kemungkinan berasal dari ikan beku impor.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS mengatakan belum ada bukti bahwa penularan Covid-19 dikaitkan dengan penanganan dan konsumsi makanan. Selandia Baru mengesampingkan kemungkinan bahwa salah satu infeksi pertamanya terjadi di fasilitas gudang pendingin.

Pada bulan Agustus 2020, Tiongkok meningkatkan persyaratan pemeriksaan untuk impor produk beku setelah jejak virus ditemukan pada sayap ayam beku dari Brasil. Peneliti juga telah mendeteksi virus pada udang impor dan makanan laut beku lainnya.

CDC tidak mengatakan apakah wabah di Qingdao disebabkan oleh kemasan makanan beku. Wabah tersebut, merupakan kasus pertama yang ditularkan secara lokal dalam hampir dua bulan. Penularan bermula dari  dua pekerja dermaga yang awalnya didiagnosis sebagai asimtomatik, yang diyakini telah menginfeksi 12 orang lainnya di rumah sakit.

Tidak jelas apakah pekerja dermaga itu tertular virus dari kemasan makanan beku. Meski begitu, CDC memperingatkan mereka yang menangani produk beku agar tidak bersentuhan langsung dengan barang tersebut.

CDC mengatakan tidak ada kasus konsumen makanan beku yang tertular virus, dan risikonya dianggap rendah. Namun beberapa warga mulai menyerukan larangan sementara impor makanan beku.

CDC mengatakan bahwa dari total 2.98 juta sampel kemasan makanan, peneliti menemukan 22 sampel yang dinyatakan positif. (GR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here