Vandalisme Artefak Museum di Berlin Terkait dengan Teori Konspirasi Virus Corona

0
9
Museum Pergamon (Foto: Agencja Fotograficzna Caro / Alamy)

gemahripah.co – Setidaknya 70 karya seni dan artefak kuno di tiga galeri di museum Berlin dirusak dengan bahan berminyak, awal bulan Oktober ini.

Seperti dilansir The Guardian,  Die Zeit dan Deutschlandfunk melaporkan pada hari Selasa (20/10/2020) mengenai benda-benda purbakala, termasuk sarkofagus Mesir, patung batu, dan lukisan abad ke-19 koleksi Museum Pergamon, Alte Nationalgalerie, dan Museum Neues.

Benda-benda purbakala tersebut mengalami kerusakan akibat serangan pada 3 Oktober 2020. Berita tentang serangan itu dirahasiakan dari publik selama lebih dari dua minggu.

The Prussian Heritage Foundation, yayasan yang mengurusi koleksi museum, mengkonfirmasi bahwa benda-benda purbakala itu mengalami kerusakan. Polisi di ibu kota Jerman mengatakan mereka telah melakukan penyelidikan, tapi tidak berkomentar tentang motif di balik perusakan tersebut.

Pada 2018, dua wanita ditangkap di ibu kota Yunani, Athena, setelah mengolesi benda-benda purbakala koleksi National Museum of History dengan zat berminyak. Kedua wanita itu, yang kemudian diidentifikasi berasal dari Bulgaria, mengatakan kepada polisi bahwa mereka menyemprot karya seni dengan minyak, karena anjuran Kitab Suci.

Tetapi media Jerman mengaitkan serangan pada koleksi museum dengan teori konspirasi yang didorong melalui media sosial, oleh para penyangkal virus corona  dalam beberapa bulan terakhir.

Salah satu teori tersebut menyatakan bahwa Museum Pergamon adalah pusat dari satanisme global,  karena melakukan rekonstruksi Pergamon Altar Yunani kuno.

Attila Hildmann, mantan koki selebriti vegan yang telah menjadi salah satu pendukung teori konspirasi QAnon  di Jerman, memposting pesan di Telegram pada bulan Agustus dan September, Dia menyarankan bahwa kanselir Jerman, Angela Merkel, menggunakan altar untuk pengorbanan manusia.

Pada Selasa malam, Hildmann yang memiliki lebih dari 100.000 pengikut di saluran Telegram publiknya, memposting tautan ke artikel Deutschlandfunk dengan kata-kata: “Fakta! Itu adalah tahta Baal (Setan). ” (GR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here