Start-Up Investasi Pertanian, Menguntungkan Investor dan Meningkatkan Kesejahteraan Petani

0
31

gemahripah.co – Tumbuhnya teknologi yang berbasis internet telah banyak mengubah kehidupan masyarakat. Penggunaan smartphone, munculnya berbagai perusahaan Start-Up (rintisan) dan penerapan teknologi Big Data adalah salah satu contoh integrasi inovasi ini.

Baca juga : Transformasi Digital Dalam Pertanian

Dunia pertanian pun tak lepas dari pengaruh tren perubahan ini. Dalam proses yang berhubungan langsung dengan proses budidaya pertanian (on farm), perubahan ini diwujudkan dengan penggunaan sensor, drone dan robot dalam kegiatan pertanian.

Sedangkan pada kegiatan yang tidak langsung berhubungan (off farm), muncul juga terobosan berbasis internet yang menyentuh dunia pertanian. Terobosan tersebut antara lain adalah tumbuhnya Start-Up penjualan produk pertanian, Start-Up penyedia sarana prasarana pertanian dan Start-Up pemberi modal bagi petani.

Selain tren aplikasi teknologi ini, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melansir adanya peningkatan minat berinvestasi di masyarakat. Keinginan ini ditangkap oleh beberapa Start-Up dengan meluncurkan platform investasi dengan menghimpun dana dari masyarakat.

Dari Start-Up investasi  ada juga yang memfokuskan diri di sektor pertanian. Pertimbangannya adalah karena selain menguntungkan, sektor pertanian memberikan dampak sosial berupa peningkatan kesejahteraan petani. Pola kerja sama yang biasanya ditawarkan ada 2 skema; pemberian pinjaman dan penyertaan modal.

Secara umum Start-Up akan mencari petani atau peternak yang membutuhkan modal dan pasar yang membutuhkan pasokan komoditas pertanian atau peternakan. Selanjutnya dibentuklah proyek pendanaan yang ditawarkan ke calon investor. Calon investor dapat memilih proyek yang didanai sesuai minat masing-masing.

Beberapa jenis Start-Up yang telah terdaftar di OJK adalah sebagai berikut;

iGrow

iGrow didirikan oleh Andreas Senjaya dan Muhaimin Iqbal pada tahun 2014. Seperti dilansir di situs resminya, iGrow berusaha untuk memberikan pengalaman seperti bermain game ‘Farmville’ bagi para investor. Hal ini dilakukan agar investor bisa merasakan senangnya melihat perkembangan tanaman yang mereka danai. Selain itu investor juga memperoleh informasi jumlah karbondioksida (CO2) yang diserap oleh tanaman.

iGrow tersedia dalam platform Website, aplikasi Google Playstore dan aplikasi Apple Appstore. Kontan.com menyebutkan, iGrow telah menyalurkan dana sebesar 130 Milyar Rupiah semenjak tahun 2014.

Crowde

Crowde menambahkan skema pembiayaan syariah yang lebih detail dalam pilihan pendanaanya.  Start-Up ini didirikan pada tahun 2015 oleh Yohanes Sugihtononugroho dan Muhammad Risyad Ganis. Crowde  telah menyalurkan dana sebesar 51 Milyar rupiah. Start-Up ini tersedia dalam platform website dan aplikasi Google Playstore.

Tanifund

Tanifund adalah anak perusahaan Start-Up Tanihub yang merupakan marketplace produk pertanian. Hal ini dilakukan setelah pengelola Tanihub menemukan bahwa pembiayaan menjadi salah satu masalah utama yang dihadapi petani. Hasil produksi pertanian yang didanai oleh Tanifund akan diserap oleh Tanihub sehingga memudahkan pemasaran hasil panen petani. Tanifund saat ini hanya tersedia dalam platform website. Seperti dikutip dari Kontan.com, Tanifund menargetkan penyaluran sebesar 100 Milyar hingga akhir tahun 2019.

Selain Start-Up yang telah disebutkan di atas, terdapat beberapa Start-Up  yang saat ini masih dalam tahap pengurusan legalitas di OJK. Legalitas ini penting diperhatikan karena merupakan syarat dasar yang menunjukkan bahwa kegiatan investasi tersebut diawasi oleh lembaga yang berwenang. (Fajar Primazona / Sumber foto: www.freepik.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here