Roti Tradisional Perancis Baguette akan Diakui UNESCO Sebagai Salah Satu Kekayaan Budaya Dunia

0
15
Pembuat roti Prancis, Mickael Reydellet, berpose dengan baguette yang baru dipanggang di toko roti "La Parisienne" di Paris, Prancis, 17 Februari 2021. (Foto: Reuters / Sarah Meyssonnier)

gemahripah.co – Baguette, roti tradisional Perancis yang dibuat dari campuran tepung terigu, air, ragi, garam, dan sejumput savoir-faire, akan segera diakui sebagai salah satu kekayaan budaya dunia dari UNESCO.

Seperti dilansir Reuters, di Perancis, baguette bisa didapatklan di toko roti tradisional selama beberapa dekade. Roti ini telah menjadi bagian dari ritual dalam kehidupan sehari-hari penduduk Prancis.

“Tidak ada satu rahasia pun untuk membuat baguette tradisional yang enak. Butuh waktu, savoir-faire, cara memanggang yang benar, tepung yang bagus tanpa aditif,” kata Mickael Reydellet, pemilik delapan toko roti di Perancis.

Confederation of French Bakers telah mengajukan permohonan ke UNESCO, agar bisa masuk dalam warisan takbenda (intangible treasure) PBB.

Baguette menghadapi dua saingan: The zinc-plated rooftops of Paris dan The Jura region’s Biou d’Arbois wine festival. Menteri Kebudayaan Prancis akan memberikan rekomendasinya kepada presiden pada bulan Maret 2021.

Juru bicara Confederation of French Bakers  mengatakan bahwa pengakuan dari UNESCO ini akan melindungi pengetahuan yang telah diturunkan dari generasi ke generasi, dan melindungi baguette dari tiruannya yang dibuat di seluruh dunia.

Penanda warisan takbenda (intangible heritage)  UNESCO, dimaksudkan untuk mengenali tradisi lisan, seni pertunjukan, praktik sosial, ritual dan metode pengerjaan tradisional. Hal ini sudah mencakup metode kuno cara membuat roti pipih di Iran dan Kazakhstan.

Kerajinan di balik 1.500 atau lebih bir yang diseduh di Belgia telah diakui, demikian pula seni memutar pizza di Neapolitan.

Keputusan pemerintah Prancis tahun 1993 menyatakan bahwa baguette tradisional harus dibuat dari tidak lebih dari empat bahan klasik. Fermentasi adonan harus bertahan 15 hingga 20 jam dalam suhu antara 4 hingga 6 derajat Celcius.

Redsellet mengungkapkan, Boulangeries Prancis telah terpukul keras oleh karantina wilayah akibat pandemi COVID-19 selama setahun terakhir.

“Situasi ini akan menghibur pembuat roti dan mendorong generasi berikutnya untuk meneruskan tradisi ini,” ujarnya

Sekitar 6 juta baguette dijual setiap hari di Prancis. Tetapi Dominique Anract, presiden federasi pembuat roti mengatakan kebiasaan budaya itu terancam, dengan sekitar 30.000 toko roti tutup sejak 1950-an saat supermarket mengambil alih. (GR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here