Mimpi Hu Zhongqing Membangun Wisata Agro Ramah Lingkungan di Hubei

0
23
Hu Zhongqing memperkenalkan obyek wisata agro ekologisnya di Macheng, Hubei. (Foto oleh Wu Yan / China Daily)

gemahripah.co – Hu Zhongqing (27) meninggalkan Chengmagang di kota Macheng, provinsi Hubei, sembilan tahun lalu untuk kuliah jurusan studi hortikultura.

Seperti kebanyakan anak muda yang lahir tahun 1990-an, ia mendapatkan pekerjaan di kota-kota besar setelah lulus dan  bermimpi untuk membangun pertanian ramah lingkungan di tanah  kelahirannya. Tahun lalu Hu mulai mewujudkan mimpinya, dengan memulai bisnis pertanian ramah lingkungan yang sekaligus dikemas sebagai obyek wisata agro.

“Saya dan beberapa teman sekamar di kampus dulu berbicara tentang menggabungkan pertanian ekologis dan tamasya, dan sekarang saya telah mewujudkan gagasan itu,” kata Hu.

Dia menyewa sekitar 12 hektar hutan dan lahan pertanian di Hongxing, sebuah desa pegunungan di Macheng, dari penduduk desa lainnya. Area seluas itu ditanami 3.800 pohon buah-buahan, sayur dan beras. Dia juga membangun beberapa kolam untuk menanam teratai.

“Semua produk pertanian yang saya tanam, bebas dari pestisida dan pupuk kimia,”akunya.

Dalam membudidayakan berbagai komoditas tersebut, Hu  melakukan daur ulang ekologis, suatu proses yang membutuhkan  ternak seperti babi, sapi, domba, 1.000 ayam dan bebek. Dia juga membuat lubang kompos, untuk  mengubah kotoran hewan menjadi pupuk organik.

Hu melihat peluang untuk menggabungkan pertanian ekologis dengan pariwisata pedesaan. Dia berencana untuk memperkenalkan pabrik pengepres minyak, rumah pembuat teh, industri tahu rumahan dan wisata petik buah.

Obyek wisata tersebut dilengkapi dengan  akomodasi bagi pengunjung dan fasilitas rekreasi untuk menunjang obyek wisata pertanian, di mana pengunjung bisa belajar cara bertani.

Chengmagang adalah pangkalan revolusioner tua di Gunung Dabie, yang sudah cukup lama  berada dalam kemiskinan. Sejak paruh kedua tahun 2015, kota ini berkembang pesat di bawah seruan Presiden Xi Jinping dalam program bantuan kemiskinan.

Pada akhir tahun lalu, wilayah tersebut dinyatakan bebas dari kemiskinan, dengan pendapatan bersih rata-rata per kapita 8.180 yuan ($ 1.200) per tahun. Pendapatan tersebut jauh di atas ambang garis kemiskinan, di mana pendapatan per kapitanya hanya sebesar 3.500 yuan.

Ladang Hu berdekatan dengan tiga obyek wisata, dan hanya 500 meter dari persimpangan dua arteri jalan raya regional. Dua  jalan bebas hambatan tersebut  membentang dari Daqing, provinsi Heilongjiang,  Guangzhou dan provinsi Guangdong.

“Turis dari kota-kota dapat berkendara ke kebun saya begitu mereka keluar dari jalan bebas hambatan. Mereka yang berada di rute ‘pariwisata merah’ juga dapat beristirahat di sini,” ujarnya.

Ia berharap dalam satu atau dua tahun kebunnya akan menarik wisatawan, untuk merasakan budaya setempat dam alam pedesaan dengan  kehidupan pertanian yang subur. Dan dia yakin usaha tersebut memiliki prospek yang bagus.

“Semakin banyak warga kota besar yang ingin menghabiskan waktu  di daerah pedesaan, saat liburan. Tetapi tidak ada fasilitas atau layanan untuk memenuhi kebutuhan mereka di sini. Jumlah restoran jauh dari cukup,” jelasnya.

Untuk memulai awal bisnisnya, Hu mendapatkan pinjaman sebesar  50.000 hingga 200.000 yuan. Pinjaman tersebut diperuntukkan bagi mahasiswa yang baru lulus, dan ingin  berbisnis.

“Kebijakan nasional yang mendorong pengembangan pertanian ekologis dan komite komunitas Hongxing juga memberi saya dukungan secara penuh,” paparnya.

Di wilayah tersebut, sepertiga penduduk desa pergi ke kota-kota besar untuk bekerja, menyisakan sepertiga lahan kosong. Hu menyewa lahan tidur itu dari beberapa penduduk desa.

Menurut Yi Jiazhi, Ketua Partai Hongxing, ide Hu tersebut merupakan awal yang bagus. Dan bisnisnya memiliki potensi dalam menunjang  program pengembangan masyarakat.

“Negara ini mendorong reformasi struktural  di bidang pertanian. Salah satu tujuannya adalah penggunaan lahan khusus,” tegasnya. (GR / Sumber artikel: China Daily)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here