Bunga Mawar Merah Berkontribusi pada Perubahan Iklim

0
13
Transportasi untuk membawa bunga mawar merah menggunakan pesawat, yang menghasilkan emisi karbon yang berkontribusi terhadap perubahan iklim. (Foto: Ricky Kharawala @sweetmangostudios)

gemahripah.co – Toko bunga di Paris mencoba meyakinkan pelanggan mereka agar membeli bunga yang ditanam secara lokal daripada mawar. Sebab bunga indah ini harus diangkut dengan pesawat terbang, yang berkontribusi pada emisi karbon.

Seperti dilansir Reuters, sudah sejak lama buket mawar merah berkaitan erat dengan Hari Valentine. Tetapi beberapa toko bunga di Paris mencoba menjelaskan pada pelanggan agar tidak membeli  bunga tersebut karena biaya ekologisnya.

Mawar merah memang banyak dijual di Prancis menjelang Hari Valentine. Pada saat penjualan mencapai puncaknya, Perancis harus mengimpor mawar merah dari negara-negara seperti Kenya.

Transportasi untuk membawa bunga tersebut menggunakan pesawat, yang menghasilkan emisi karbon yang berkontribusi terhadap perubahan iklim.

Toko bunga yang khawatir tentang kerusakan lingkungan dari bisnisini mengatakan bahwa ada alternatif yang layak yang dapat ditanam secara lokal, dan mencoba mendorong pelanggan mereka untuk mencobanya.

Tetapi toko bunga yang berpikiran ekologis ini menghadapi perjuangan berat karena tradisi memberi hadiah mawar merah di Hari Valentine, yang dirayakan pada 14 Februari, begitu tertanam dalam banyak budaya.

Hortense Harang, pendiri toko bunga daring bernama “Fleurs d’Ici” (bahasa Prancis untuk “Bunga dari sini”), telah menjadi ujung tombak kampanye untuk tidak membiasakan memberikan mawar pada momen tertentu.

“Memberi wawar merah itu untuk tahun 1950-an. Mawar adalah sesuatu yang mustahil di musim ini, karena mawar tidak tumbuh di bawah garis lintang kami di musim ini,” ujar Harang

Kampanye untuk tidak membeli mawar pada momen tertentu mendapat dukungan luas di Perancis. Utamanya dari mereka yang peduli pada isu-isu lingkungan.

“Tidak logis memiliki bunga dari sisi lain planet ini jika kita bisa mendapatkannya secara lokal,” kata Edith Besenfelder (46), penjual bunga di Paris yang menjual bunga lokal.

Tapi ternyata kebiasaan lama sulit dihilangkan. Celine Argente (40), pemilik toko bunga Sylvine yang terletak di Paris, mengatakan bahwa dia telah mendorong klien untuk membeli tulip merah sebagai cara untuk menyatakan cinta mereka.

Tapi kenyataannya menjelang Hari Valentine kemarin, tokonya dipenuhi  mawar merah untuk memenuhi permintaan konsumennya.

“Ini tradisi lama yang tidak bisa diubah orang. Mawar merah tetap menjadi bunga untuk Hari Valentine,” katanya. (GR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here