Penghasil Emisi Tertinggi Dunia, Tiongkok Berjanji Menjadi Negara Netral Karbon pada Tahun 2060

0
8
Asap mengepul dari pabrik baja raksasa di Mongolia Dalam, Tiongkok. (Foto: Kevin Frayer / Getty Images)

gemahripah.co – Presiden Tiongkok Xi Jinping mengatakan bahwa negaranya akan berusaha untuk tidak menambah masalah pemanasan global pada tahun 2060.

Seperti dilansir CNBC, pernyataan yang disampaikan oleh Xi dalam pidatonya di depan Majelis Umum PBB pada 22 September 2020 itu, merupakan langkah signifikan bagi penghasil gas rumah kaca terbesar di dunia.

“Umat manusia tidak bisa lagi mengabaikan peringatan alam yang berulang-ulang,” katanya.

Mengutip Perjanjian Paris yang ditandatangani tahun 2015, Xi mengatakan negaranya akan meningkatkan target pengurangan emisinya dengan kebijakan dan tindakan yang tegas.

“Kami menargetkan puncak emisi CO2 sebelum 2030, dan mencapai netralitas karbon sebelum 2060,” ungkapnya.

Netralitas karbon berarti tidak melepaskan CO2 tambahan ke atmosfer. Meskipun secara teknis, hal ini memungkinkan negara-negara untuk terus mengeluarkan emisi, tapi jumlah yang sama ditangkap lagi dalam beberapa bentuk.

Pengumuman itu disambut gembira oleh para pegiat lingkungan hidup. Direktur eksekutif Greenpeace Jennifer Morgan menyebutnya sebagai kabar bagus. Hal ini merupakan sinyal bahwa  perubahan iklim dijadikan agenda teratas oleh Pemerintah Tiongkok.

“Pergeseran besar untuk mengekang emisi dan langkah maju yang signifikan dalam kerjasama internasional,” komentar Patricia Espinosa, petinggi yang mengurusi iklim di PBB.

Hal tersebut menjadi tantangan berat bagi Tiongkok, yang energi listriknya sangat bergantung pada batu bara, salah satu bahan bakar fosil yang paling besar dalam menghasilkan karbon.

Menurut Global Carbon Project, Lembaga yang melacak emisi di seluruh dunia, Tiongkok melepas  10 miliar ton karbon dioksida, atau CO2 ke atmosfer pada 2018. Jumlah itu hampir dua kali lipat dari Amerika Serikat dan tiga kali lipat dari Uni Eropa.

Beberapa negara penghasil emisi besar lainnya telah menetapkan tenggat waktu lebih awal. Negara-negara di Uni Eropa, menargetkan netral karbon pada tahun 2050. Frans Timmermans, pejabat yang memimpin upaya eksekutif Uni Eropa untuk perubahan iklim, menyambut baik apa yang disampaikan oleh Presiden Tiongkok itu.

“Kami membutuhkan tindakan tegas dari setiap negara untuk menjaga agar suhu tetap terkendali, mengatasi perubahan iklim dan menjaga planet kita tetap dapat dihuni,” papar Timmermans.

Amerika Serikat sejauh ini belum menetapkan janji seperti itu. Presiden Donald Trump, yang pernah menggambarkan perubahan iklim sebagai tipuan yang dilakukan oleh Tiongkok, segera menarik Amerika Serikat untuk keluar dari Perjanjian Paris.

Berdasarkan perkiraan kasar Profesor Manajemen MIT John Sterman, jika targetnya terpenuhi maka  Tiongkok dapat mencegah pemanasan lebih lanjut sebesar 0,4 hingga 0,7 derajat (0,2 hingga 0,4 derajat Celcius) bagi dunia.

“Tetapi hal itu banyak tergantung pada bagaimana mereka melakukan pengurangan emisi dan seberapa cepat mereka memangkasnya. Tapi saya harus melakukan analisis yang lebih menyeluruh,” ujar Sterman.

Mungkin yang lebih penting daripada janji netralitas karbon, tambahnya,  adalah upaya untuk mencapai puncak emisi karbon dioksida sebelum 2030, bukan pada 2030.

“Namun, yang dibutuhkan bukan hanya janji tapi tindakan nyata, seperti membatalkan rencana untuk membangun pembangkit listrik tenaga batu bara baru, memotong subsidi untuk tenaga batu bara dan menghapus batu bara seluruhnya,” tegas Sterman.

Sumber dari Carbon Neutrality Coalition menyebutkan, sebelumnya sudah ada 29 negara yang berjanji untuk mencapai netralitas iklim di tahun yang berbeda.

Tiongkok dan 29 negara lainnya yang berjanji untuk netralitas karbon, menyumbang sekitar 43% emisi karbon dioksida dunia dari pembakaran bahan bakar fosil. Negara-negara pencemar terbesar yang tidak ada dalam daftar adalah Amerika Serikat, India, Rusia, Iran, Arab Saudi, Indonesia, Afrika Selatan, Turki, Brasil, dan Australia. (GR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here