Arsitektur Vernakular, Ramah Lingkungan dan Responsif Terhadap Iklim

0
8
Rumah-rumah dengan arsitektur di Desa Way Rebo, Satar Lenda, Kabupaten Manggarai, NTT. (Foto: Marcella Oscar @marcellaoscar)

gemahripah.co – Beberapa tahun terakhir ini arsitektur vernakular banyak diperbincangkan orang, utamanya pemerhati arsitektur tradisional dan pecinta lingkungan. Arsitektur vernakular adalah arsitektur yang mempelajari struktur yang dibuat oleh masyarakat lokal, tanpa intervensi arsitek profesional.

Seperti dilansir ArchDaily, pada saat kemajuan teknologi dan laju urbanisasi semakin pesat, banyak yang bisa dipelajari dari pengetahuan tradisional tentang arsitektur vernakular. Metode pembuatan bangunan dengan teknologi sederhana tersebut merupakan hal yang brilian.

Arsitektur vernakular berawal ketika umat manusia dipaksa untuk memanfaatkan sumber daya alam di sekitarnya. Mereka dituntut untuk bisa  menyediakan tempat berlindung yang nyaman dan  responsif terhadap iklim.

Arsitektur vernakular terbukti mampu memenuhi kebutuhan bangunan masyarakat dan membangun tempat berlindung yang sesuai dengan kondisi lingkungan sekitar. Sayangnya tradisi sederhana seperti itu telah lama dianggap terbelakang, dan telah digantikan oleh nilai arsitektur modern.

Keinginan humanistik untuk terhubung secara budaya dengan lingkungan sekitarnya, tercermin dalam arsitektur yang harmonis. Suatu tipologi yang dapat diidentikkan dengan wilayah tertentu.

Arsitektur vernakular menganut prinsip arsitektur hijau yang hemat energi. Strukturnya memanfaatkan pengetahuan asli tentang bagaimana bangunan dapat dirancang secara efektif, serta bagaimana memanfaatkan bahan dan sumber daya lokal.

Coba bayangkan berapa energi yang dikeluarkan untuk pengangkutan jika kita menggunakan bahan bangunan yang berasal dari luar daerah, bahkan luar negeri. Dengan memanfaatkan material lokal di mana bangunan didirikan, pemborosan energi bisa dihindari.

Dengan mendirikan bangunan yang responsif terhadap iklim, terbukti bisa mengurangi biaya utilitas dan pemeliharaan. Struktur yang dirancang dengan buruk dengan tidak mempertimbangkan faktor lingkungan, pada akhirnya dapat merugikan penghuni dan lingkungannya.

Misalnya, bangunan dengan banyak menggunakan material kaca bening dalam iklim yang panas dan gersang akan kehilangan sebagian besar upaya pengkondisian udara. Karena matahari yang meresap, akhirnya meningkatkan biaya energi dari pemasangan alat pendingin ruangan.

Dengan menerapkan strategi vernakular pada desain modern, maka akan menghemat energi dan menjadi bangunan yang sepenuhnya mandiri.

Arsitektur vernacular  menyediakan hubungan penting antara manusia dan lingkungan. Strukturnya menyajikan pendekatan yang responsif, sehingga nyaman untuk tempat tinggal. (Made Wirya)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here