Nagari Pariangan, Salah Satu Desa Terindah di Dunia

0
52
Wisatawan sedang menikmati keindahan alam Nagari Pariangan. (Foto: Wawan Sudarmaji)

Oleh: Wawan Sudarmaji

gemahripah.co – Nagari Pariangan merupakan salah satu desa terindah di dunia, disejajarkan dengan desa-desa terindah lainnya di berbagai negara. Desa ini terletak di lereng Gunung Marapi, tepatnya di Kecamatan Pariangan, Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatra Barat.

Lokasinya sekitar 95 kilometer dari utara Kota Padang, dan 35 kilometer dari Kota Bukittinggi. Nagari Pariangan berada di antara Kota Batusangkar dan Padang Panjang. Desa ini memiliki luas 17,97 kilometer persegi.

Nagari berasal dari Bahasa Sanskerta ‘nagarom’ yang berarti ‘tanah air’ atau ‘tanah kelahiran’. Nagari merupakan kesatuan masyarakat hukum yang mempunyai batas-batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat, berdasarkan adat istiadat yang dipercayai dan dihormati di Sumatra Barat.

Sawah bertingkat, salah satu daya tarik Nagari Pariangan. (Foto: Wawan Sudarmaji)

Berada di ketinggian sekitar 500-700 DPL, membuat udara di Nagari Pariangan begitu sejuk. Kesuburan tanahnya tidak perlu diragukan lagi, ditunjang irigasi dengan air yang berlimpah, tidak akan pernah habis sepanjang musim. Tidak heran jika pertanian menjadi mata pencaharian utama masyarakat desa tersebut.

Nagari Pariangan berada di lereng Gunung Marapi, gunung yang masih aktif hingga saat ini. Gunung tersebut terakhir meletus pada 2014.

Untuk menuju desa wisata ini, mata kita dimanjakan dengan hamparan sawah bertingkat yang sangat subur di antara pepohonan rimbun.  Selain itu kita juga bisa menikmati eksotisnya arsitektur rumah-rumah Gadang, rumah khas Sumatra Barat.

Rumah Gadang, rumah tradisional Sumatera Barat. (Foto: Wawan Sudarmaji)

Rumah-rumah tradisional di wilayah  Nagari Pariangan itu dibangun mengikuti kontur tanah lereng gunung, terlihat rapi dan sedap dipandang mata.

Yang tidak kalah menarik adalah Masjid Ishlah, yang berada di dasar lembah. Masjid ini  dibangun pada abad ke-19 oleh Syekh Burhanuddin, seorang ulama terkemuka di Minang. Uniknya, bentuk atap masjid ini tidak mengadopsi atap rumah gadang, melainkan  menyerupai kuil-kuil di Tibet.

Masjid Ishlah, bentuk atapnya mirip kuil-kuil di Tibet. (Foto: Wawan Sudarmaji)

Masjid Ishlah telah mengalami beberapa kali renovasi, pada tahun 1920, 1994 dan 2019. Yang membuat masjid ini semakin unik adalah terdapat pancuran air panas, yang berasal dari Gunung Marapi. Air tersebut digunakan umat Muslim untuk mensucikan diri. Pancuran ini dianggap sebagai sebuah keberkahan bagi masyarakat Nagari Pariangan.

Cikal Bakal Masyarakat Minangkabau

Nagari Pariangan atau Nagari Tuo Pariangan merupakan desa paling tua yang menjadi cikal bakal masyarakat Minangkabau. Leluhur Minang dipercaya berasal dari Gunung Marapi. Konon, saat itu puncak Marapi masih berupa sebuah daratan, yang dikelilingi  perairan. Ketika air mulai surut, masyarakat membangun perkampungan di lereng dan lembah gunung.

Nagari Pariangan juga menjadi cikal bakal lahirnya sistem pemerintahan khas masyarakat Minangkabau yang populer dengan sebutan nagari. Sistem pemerintahan nagari sebelum 1980 sangat mirip dengan konsep polis pada masyarakat Yunan kuno yang lebih otonom dan egaliter.

Pada saat itu sebutan yang dipakai bukanlah desa, melainkan nagari, maka daerah itu disebut dengan Nagari Pariangan. Tapi pada 1981 terbit undang-undang perubahan sistem pemerintahan di tingkat bawah, yang membuat pemerintahan nagari diganti menjadi sistem pemerintahan desa. Aturan baru tersebut membuat masyarakat Pariangan seperti kehilangan kemandirian dan semangat egaliternya.

Setelah menjadi desa selama 19 tahun,  muncul undang-undang otonomi daerah pada tahun 1999. Undang-undang tersebut memberi peluang bagi daerah untuk mengembangkan nagari atau desanya secara mandiri.

Hal itu dimanfaatkan Pariangan untuk mengembalikan sistem pemerintahan mereka menjadi nagari kembali. Ciri khas sistem pemerintahan inilah yang kemudian dipakai di Sumatra Barat, hingga kini. (***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here