Tips Budidaya Bunga Lili

0
304
(Foto: Matt @matty 10)

gemahripah.co – Dalam berbagai kegiatan, mulai dari hajatan pengantin hingga seremoni kenegaraan, bunga merupakan anasir penting untuk dekorasi ruangan. Dari berbagai jenis bunga tersebut, salah satu bunga yang terlihat elegan adalah bunga lili (Lilium spp.), bunga beraroma lembut dengan kelopak melengkung, yang kebanyakan berwarna putih.

Bunga yang mulai dilakukan pemuliaan di Indonesia sejak tahun 2007 itu, ternyata banyak jenisnya. Seperti dikutip dari Mitalom.com, jenis bunga lili yang popular adalah madonna lily, tiger lily, asiatic lily, oriental trumpet, rubrum lily, canna lily (tropis), calla lily, daylily dan wild lily.

Prospek bunga lili untuk pasar dalam negeri ternyata cukup bagus, karena permintaan bunga tersebut terus meningkat. Dengan demikian menjadi peluang bagi petani untuk membudidayakannya.

Menurut Balai Besar Pertanian Lembang, untuk membudidayakan bunga lili, perlu diperhatikan beberapa hal sebagai berikut:

  1. Pemilihan Benih Umbi

Benih umbi yang akan ditanam sebaiknya yang tidak memiliki lapisan luar, yang disebut dengan tunik. Semakin cepat  umbi lili ditanam, akan semakin cepat pertumbuhannya.

  1. Pembuatan Lubang Tanam

Tanaman lili menyukai sinar matahari, tapi umbinya lebih suka dalam kondisi dingin sepanjang musim kemarau. Gali lubang sedalam 10 – 15 cm, lebih dalam lebih bagus karena tidak hanya dapat melindungi umbi dari panas, tapi juga akan memberikan penyangga yang baik bagi batangnya.

Jarak tanam sekitar 15 cm agar tidak menghalangi pancaran sinar matahari. Taburkan pupuk kandang pada dasar lubang, letakkan umbi lili, kemudian tutup dengan tanah atau kompos. Siram hingga tanah menjadi lembab, untuk memacu pertumbuhannya.

  1. PemberianMulsa

Selain untuk melindungi akar, lapisan mulsa bermanfaat untuk melindungi lili dari udara panas maupun dingin. Pastikan mulsa yang Anda gunakan bebas dari siput, karena hewan ini suka memakan lili yang baru tumbuh.

  1. Pemupukan

Saat akar lili mulai tumbuh, tambahkan sedikit pupuk dengan komposisi seimbang. Lili adalah tanaman yang cukup kuat dan tidak memerlukan banyak pupuk. Faktanya, terlalu banyak nitrogen bisa menyebabkan batang menjadi lemah dan pada suhu panas, akan terjadi pembusukan umbi. Untuk hasil yang optimal, pilihlah pupuk yang biasa digunakan untuk tanaman umbi-umbian. Beri pupuk saat pertama kali akar mulai tumbuh, lalu sekali lagi sebulan kemudian.

  1. Penyiraman

Secara umum lili tidak membutuhkan terlalu banyak air, jadi berikan air secukupnya saja. Lili asiatic, terompet, dan orienpet dapat mekar pada cuaca yang panas dan kering asalkan cukup air pada masa berbunga. Lili oriental perlu air selama musim panas karena  jenis ini tidak akan mekar hingga bulan Agustus. Memberikan mulsa sepanjang musim panas akan membantu mendinginkan umbi sehingga mengurangi kebutuhan air.

  1. Pemangkasan

Selama musim berbunga, pangkas batang lili dan biarkan paling tidak 2/3 batangnya tetap utuh, agar tanaman bisa tetap tumbuh dengan baik selama tahun-tahun berikutnya. Untuk pemangkasan, awali dengan menyemprot daun menggunakan fungisida mawar. Potong 1/3 batang bersama bunganya dan biarkan sisanya tetap tumbuh di tanah. Dengan demikian umbi lili akan tetap mendapatkan nutrisi yang diperlukan, untuk menghasilkan bunga lagi pada tahun berikutnya.

Untuk drainase air yang optimal, buatlah gundukan tanah tinggi sekitar 13 cm di atas permukaan tanah. Cara ini akan berhasil dengan baik terutama jika anda menanam lili di daerah yang tidak bisa segera kering setelah diguyur hujan. Lili dapat ditanam sepanjang tahun selama tanahnya tidak padat. Pada tahun pertama, lili mungkin akan terlambat mekar. Tapi pada tahun-tahun  selanjutnya lili biasanya akan mekar pada sekitar bulan Juni. (GR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here