Tips Budidaya Anggrek untuk Pemula

0
17
(Foto: John Wiesenfeld @fotofloridian)

gemahripah.co – Bunga anggrek merupakan bunga yang tidak mengenal tren, tidak seperti adenium, gelombang cinta maupun euphorbia. Bunga yang anggun dan eksotik ini memiliki penggemar yang fanatik, tidak mudah pindah ke lain hati untuk mengikuti tren di masyarakat.

Membudidayakan anggrek sebenarnya tidak sulit, akan tetapi kita harus telaten dan banyak belajar sebelum melakukannya. Jika Anda pengemar anggrek dan ingin membudidayakan sendiri, ada tips menarik dari Balai Penelitian Tanaman Hias.

Ketinggian tempat

Ketinggian tempat merupakan faktor utama yang menentukan keberhasilan pertumbuhan tanaman anggrek. Faktor yang berpengaruh adalah lingkungan seperti suhu, cahaya matahari dan kelembaban

Ketinggian tempat untuk setiap jenis anggrek tidak sama, beberapa anggrek dapat tumbuh baik di daerah dataran tinggi, tetapi jenis yang lain akan tumbuh dan berkebang subur di dataran rendah, tetapi ada beberapa  jenis anggrek yang dapat tumbuh dan berbunga di daerah dataran rendah sampai medium.

Dendrobium dapat tumbuh dan berbunga didaerah denga ketinggian antara 0 – 600 m dpl, Phalaenopsis tumbuh baik di dataran tinggi sedang Vanda akan berkembang baik di dataran rendah.

Suhu udara

Berdasarkan ketinggian tempat, kebutuhan suhu untuk setiap jenis anggrek juga berbeda. Suhu udara sangat mempengaruhi proses metabolisme tanaman. Suhu yang tinggi menyebabkan proses metabolisme berlangsung cepat, sebaliknya pada suhu yang rendah proses metabolisme terjadi sangat lambat.

Berdasarkan kebutuhan suhu, Sessler (1978) dalam Widiastoety (1997) membagi tanaman anggrek ke dalam 3 golongan:

  1. Anggrek tipe dingin, membutuhkan suhu 13–180C pada malam hari dan suhu siang hari antara 18-210C (Cymbidium, Phalaenopsis)
  2. Anggrek tipe sedang, suhu malam hari 18-200C dan siang hari 27-290C (Dendrobium, Cattleya, Oncidium)
  3. Anggrek tipe hangat, suhu malam hari 21-240C, sedang siang hari 24-300C (Vanda, Arachnis, Renanthera)

Kelembaban lingkungan

Secara umum kelembaban yang dibutuhkan tanaman anggrek adalah kelembaban ninbi (RH) antara 60-85%. Kelembaban tidak boleh terlalu tinggi pada malam hari, dan tidak terlalu rendah pada siang hari.

Kelembaban yang terlalu tinggi pada malam hari dapat diatasi dengan mengurangi penyiraman. Sebaliknya kelembaban yang terlalu rendah pada siang hari diatasi dengan penyiraman yang lebih basah.

Cahaya matahari

Kebutuhan cahaya matahari untuk setiap anggrek berbeda-beda, tergantung genus dan kerabatnya. Anggrek dari kelompok Vanda terutama tipe teret dan semi teret yang banyak ditemui di daerah dataran rendah, lebih membutuhkan  intensitas penyinaran lebih tinggi dibanding anggrek jenis lain.

Sedangkan kelompok Dendrobium membutuhkan intensitas penyinaran cahaya matahari antara 50-60%. Kelompok Phalaenopsis menghendaki cahaya yang lebih rendah, karena kelompok ini memerlukan lingkungan yang lebih teduh dan lembab, serta sirkulasi udara yang baik.

Media tumbuh

Media tumbuh berfungsi sebagai tempat berpijaknya akar tanaman dan penyimpanan hara serta air. Media tumbuh harus baik, tidak lekas lapuk, tidak mudah menimbulkan penyakit, mempunyai aerasi yang baik, dapat mengikat air dan unsur hara lainnya, serta keasaman (pH) nya berkisar antara 5-6. Media pertumbuhan tanaman anggrek yang umum digunakan adalah moss, pakis, serutan kayu, sabut kelapa, arang dan kulti pinus.

Tanaman anggrek yang menggunakan pot, biasanya pada dasar pot diberi pecahan batu bata yang berfungsi untuk menyerap air lebih banyak, sehingga anggrek memiliki kemampuan draenasi dan aerasi yang baik. Media yang sering digunakan adalah moss dan pakis. Pot sebaiknya  terbuat dari bata, karena dapat menjaga kelemababan media.

Moss mengandung 2-3% unsur N dan mempunyai daya mengikat air yang sangat baik. Sedang pakis selain mempunyai draenasi dan aerasi yang baik, juga banyak mengandung unsur-unsur hara yang dibutuhkan oleh anggrek.

Pemupukan

Agar subur dan unsur haranya terenuhi, gunakan pupuk organik dan pupuk anorganik yang mengandung unsur unsur hara mikro dan makro. Unsur makro yang diperlukan tanaman adalah C, H, O, Ca, K, N, P, S, dan Mg sedang unsur mikro meliputi Fe, Mn, B, Cu, Zn, Mo, dan Cl.

Pemberian jenis pupuk pada anggrek berbeda untuk setiap fase pertumbuhannya. Pada fase pertumbuhan vegetatif bagi tanaman yang masih kecil pemberian pupuk NPK 30:10:10. Pemberian pupuk untuk fase vegetatif pada tanaman dewasa adalah NPK 10:10:10. Pada fase generatif gunakan NPK 10:30:30 (Widiastoety, 1997).

Pemupukan sebaiknya dilakukan melalui daun terutama permukaan bawah daun. Oleh sebab itu pemupukan sebaiknya dilakukan pada saat tidak ada sinar matahari, karena saat itu stomata daun sedang membuka sehingga pemberian pupuk lebih efektif

Penyiraman

Pada umumnya budidaya tanaman anggrek menggunakan naungan agar terhindar dari sinar matahari langsung. Kebutuhan naungan untuk setiap jenis anggrek juga berbeda. Walaupun demikian agar kelembaban anggrek tetap terjaga,  penyiraman sangat penting diperhatikan.

Frekwensi dan banyaknya air pada tanaman anggrek berbeda tergantung pada jenis dan besar kecilnya tanaman serta kondisi lingkungan. Biasanya penyiraman dilakukan sebanyak dua kali sehari, pagi dan sore hari. Tapi jika anggrek yang ditempatkan di bawah naungan paranet, sebaiknya penyiraman dikurangi bila hujan.

Pengendalian lingkungan dan hama penyakit

Tanaman anggrek menghendaki lingkungan yang bersih dan sirkulasi  udara yang bebas. Oleh karena itu kebersihan lingkungan perlu dijaga. Penyakit dan hama yang harus diwaspadai adalah jamur, bakteri dan beberapa serangga seperti trips. Pengendalian dilakukan seminggu sekali dengan cara menyemprot tanaman dengan obat dengan dosis sesuai anjuran. (GR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here