Sugianto, Pembudidaya Lele dari Sidoarjo; Petro Fish Menekan Tingkat Kematian Lele

0
155

gemahripah.co – Peran probiotik pada budidaya lele cukup signifikan, utamanya dalam menjaga agar lele tidak mudah mati. Lebih-lebih ketika lele tersebut dibudidayakan secara intensif, dengan kepadatan benih yang tinggi.

Penyebab kematian lele disebabkan oleh serangan beberapa penyakit, salah satunya adalah cacar. Hal tersebut disampaikan oleh Sugianto, pembudidaya lele dari Desa Kedungbanteng, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo.

Ditemui di sela-sela penandatanganan perjanjian pinjaman modal kerja dengan CSR PT Petrokimia Gresik  pada Selasa (18/6), Sugianto menyampaikan akan pentingnya probiotik. Budidaya lele dengan tingkat kepadatan benih yang tinggi, katanya, tingkat kematian lele juga tinggi.

“Salah satu faktor penting untuk mengatisipasi hal tersebut adalah mengaplikasikan Petro Fish, probiotik untuk ikan yang diproduksi oleh PT Petrokimia Gresik. Dengan Petro Fish tingkat kematian bisa ditekan seminim mungkin,” ujar suami dari Wiwik Sri Sunarsih ini.

Sugianto menyampaikan bahwa probiotik tersebut diaplikasikan secara bertahap. Pada tahap awal dia mengaplikasikan Petro Fish pada saat seminggu sebelum tebar benih. Untuk luas kolam 400 meter persegi, dia mengapikasikan  10  tutup botol Petro Fish yang dicampur dengan 10 liter air. Jumlah benih lele yang ditebar sebanyak 6 kwintal, di mana per kwintalnya terdiri dari 100 benih.

“Empat hari setelah tebar benih, Saya kembali mengaplikasikan Petro Fish yang dicampur dengan pelet (pakan buatan pabrik). Takarannya adalah 1 tutup botol Petro Fish untuk 1 kilogram pelet, kemudian diaduk hingga tercampur secara merata. Makanan tersebut diberikan secara rutin setiap pagi,” paparnya.

Menurut bapak satu anak ini, setelah diberi Petro Fish perkembangan yang paling mencolok adalah berkurangnya lele yang mati. Selain itu pertumbuhan lele juga lebih cepat, sehingga dalam tempo 75  hingga 90 hari lele sudah bisa dipanen.

Dalam satu siklus Sugianto mengaku menghabiskan 24 botol Petro Fish ukuran 1 liter. Dengan mengaplikasikan probiotik yang mengandung 4 mikroba menguntungkan itu, selain jumlah lele bertambah banyak karena tingkat kematian bisa ditekan, kualitas lele juga meningkat.

“Warna kulit lele menjadi lebih gelap, itu artinya lele menjadi lebih sehat. Ketika sampai pada konsumen, daya hidupnya juga lebih lama, dibuktikan dengan rendahnya tingkat kematian lele selama dalam bak penampungan milik penjual,” akunya.

Dengan meningkatnya kualitas dan kuantitas hasil panen, pembudidaya lele yang juga menjadi pemilik kios pertanian UD Bangun Tani itu menangguk keuntungan yang lebih tinggi. Meskipun harus menambah biaya produksi untuk pembelian Petro Fish.

“Keuntungan tersebut juga ditunjang dengan pengurangan biaya pakan, karena dengan Petro Fish jumlah pakan yang diberikan  lebih hemat  5 persen,” jelasnya.

Melihat manfaat Petro Fish dalam menunjang budidaya lele di kolamnya, teman-teman sesama pembididaya lele di desanya mulai banyak yang mengikuti jejak Sugiono. Dia mengakui sebelumnya masih cukup banyak pembudidaya lele di Desa Kedungbanteng yang ragu dengan manfaat probiotik.

Baca juga : Haji Syarif, Dedengkot Petambak Sidoarjo; Probiotik Penting untuk Kesehatan Air Tambak dan Pertumbuhan Ikan

“Setelah sekali saya mencoba Petro Fish dan hasilnya kelihatan, banyak pemilik kolam lele di sini yang menanyakan probiotik itu. Mereka banyak yang membeli Petro Fish di kios milik Saya. Sehingga omzet Petro Fish terus meningkat setiap tahunnya,” pungkasnya. Selain Petro Fish, Sugianto mengaku juga menjual Petroseed dan Kapur Pertanian kebomas. (Made Wirya)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here