Siklus Hidup Bambu Seperti Penggalan Puisi Chairil Anwar, Sekali Berarti Sudah Itu Mati

0
87
Bambu yang sedang berbunga pada musim semi di taman di Roskilde, Denmark. (Foto: wikipedia)

gemahripah.co – Bambu adalah tanaman dengan pertumbuhan tercepat di Bumi. Bambu bisa tumbuh 10 sentimeter dalam satu hari. Bahkan ada jenis bambu yang bisa tumbuh sekitar 1 milimeter setiap 2 menit, atau 1 meter sehari. Anda benar-benar dapat melihat tanaman tumbuh di depan mata.

Seperti dilansir oleh Amusing Planet, sebagian besar jenis bambu mencapai kematangan hanya dalam 5 hingga 8 tahun. Bandingkan dengan tanaman keras lainnya yang hanya tumbuh satu inci dalam seminggu. Pohon seperti ek, bisa memakan waktu hingga 120 tahun untuk mencapai kematangan. Tetapi ketika mulai berbunga, bambu mungkin salah satu tanaman dengan pertumbuhan paling lambat di dunia.

Bambu yang berbunga adalah fenomena yang menarik, karena merupakan kejadian yang unik dan sangat langka. Kebanyakan bambu berbunga sekali dalam kurun waktu 60 hingga 130 tahun. Interval berbunga yang panjang, menjadi misteri bagi banyak ahli botani.

Ada yang lebih aneh lagi, bambu berbunga pada saat yang sama, di seluruh dunia. Terlepas dari lokasi geografis dan iklim, selama bambu-bambu itu berasal dari tanaman induk yang sama. Sebagian besar bambu memang seperti itu. Meskipun secara geografis tumbuh di lokasi yang berbeda, tanaman bambu masih membawa susunan genetik yang sama.

Misalnya ketika sebuah tanaman bambu di Amerika Utara berbunga, tanaman yang sama di Asia akan melakukan hal yang sama pada waktu yang bersamaan. Seolah-olah tanaman membawa jam internal terus berdetak. Fenomena berbunga massal ini disebut dengan gregarious flowering.

Setelah tanaman bambu mencapai usia harapan hidupnya, berbunga dan menghasilkan biji, kemudian mati. Ada sebuah teori yang menjelaskan fenomena ini, bahwa produksi benih memerlukan sejumlah besar energi yang membuat tanaman induknya mati. Teori lain mengatakan bahwa tanaman induk mati untuk memberikan ruang bagi bibit bambu.

Acara pembungaan massal juga menarik perhatian predator, terutama tikus. Ketersediaan buah yang tiba-tiba dalam jumlah besar di hutan mendatangkan puluhan juta tikus lapar yang memberi makan, tumbuh, dan berlipat ganda dengan kecepatan yang mengkhawatirkan.

Bambu yang berbunga hampir selalu diikuti oleh kelaparan dan penyakit di desa-desa terdekat. Di negara bagian Mizoram, India timur laut, peristiwa yang menakutkan terjadi hampir seperti jarum jam setiap 48 hingga 50 tahun, ketika spesies bambu Melocanna baccifera berbunga dan berbuah. Fenomena, yang terjadi terakhir pada 2006 hingga 2008, dikenal dalam bahasa lokal sebagai mautam atau “kematian bambu.” (GR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here