Minapadi, Panen Padi dan Ikan dalam Satu Lahan

0
63
(foto: www.AgriFarming.in)

gemahripah.co – Minapadi, menurut Peraturan Direktur Jenderal Perikanan Budidaya No. 30 Tahun 2016, adalah budidaya ikan dan padi dalam satu hamparan sawah. Minapadi dapat meningkatkan produktivitas lahan sawah karena selain tidak mengurangi hasil padi, juga dapat menghasilkan ikan atau udang.

Sebenarnya  minapadi bukanlah hal yang baru bagi masyarakat petani di Indonesia. Budidaya ini sudah dilakukan sejak lama, dengan teknologi  yang masih sederhana. Kebanyakan dari mereka masih melakukan budidaya  sebatas pendederan belaka.

Ada beberapa petani yang sudah berhasil melakukan budidaya mina padi dengan hasil panen yang fantastis. Salah satunya adalah Sigit Paryono. Petani dari Dusun Cibluk, Margoluwih Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta itu, membudidayaklan ikan nila dan ikan mas di sawahnya.

Menurutnya minapadi lebih menguntungkan dibandingkan sawah konvensional. Dia mengaku pernah mendapatkan omzet sekitar Rp. 120 juta  dari satu hektar sawah, dari padi dan ikan. “Kalau padi biasa (keuntungan) per 1.000 (meter) bisa mencapai Rp.1,5 sampai Rp.2 juta itu sudah bagus. Tapi untuk mina padi, keuntungannya Rp.4 juta hingga Rp.5 juta, jadi sekitar 3 kali lipat,” jelas Sigit.

Menurut Petunjuk Teknis dalam Peraturan Dirjend Perikanan Budidaya No. 30 Tahun 2016, tahap awal dalam budidaya minapadi adalah mempersiapkan lahan. Tanah diolah dengan sempurna sampai kedalaman 15-20 cm, dengan perbandingan lumpur dan air 1 : 1. Pematang dibuat padat dan kokoh agar tidak mudah bocor dan longsor. Ukuran lebar dasar pematang 40 – 50 cm, lebar atas 30 – 40 cm dan tinggi 30 – 40 cm.

Pematang dibersihkan dari gulma agar tidak menjadi sarang hama padi maupun ikan. Pematang hendaknya dilapisi dengan lumpur secara berkala agar bersih dan rapi. Setelah kering, lumpur pelapis pematang akan mengeras sehingga gulma tidak mudah tumbuh.

Caren (palung) dibuat dengan kedalaman sesuai yang dikehendaki.  Fungsi caren adalah sebagai media hidup ikan, tempat memberi makan ikan, memudahkan ikan bergerak ke seluruh petakan dan memudahkan dalam proses pemanenan ikan.

Dasar caren dibuat miring ke arah saluran pengeluaran. Lebar caren minimum 1,5 m dengan kedalaman dari pelataran minimum 0,5 m. Ukuran kobakan (lekuk tanah), minimum 1,5 m x 1,5 m x 0,5 m. Pematang harus kuat untuk menahan air minimal 30 cm dari pelataran sawah, dengan lebar minimal 50 cm. Luas petakan sawah untuk minapadi minimal 500 m2

Mengenai jenis ikan yang dibudidayakan, petani atau pembudidaya  harus mengetahui benih ikan yang memenuhi kriteria, dan mempunyai nilai ekonomis. Beberapa jenis komoditas yang dapat dikembangan dalam minapadi adalah ikan mas.  Khususnya yang sesuai dengan SNI Nomor 01-6132-1999, yaitu benih ikan mas (Cyprinus carpio Linneaus) strain majalaya kelas benih sebar.

Jenis ikan yang lain adalah ikan nila, dengan  benih yang sesuai  SNI Nomor 6140 : 2009, yaitu benih ikan nila hitam (Oreochromisniloticus Bleeker) kelas benih sebar. Selain dua jenis ikan tersebut di atasm  ikan yang ideal untuk budidaya minapadi adalah ikan lele.

Sedangkan untuk benih padi, sebaiknya menggunakan benih varietas unggul bersertifikat. Benih tersebut harus memiliki perakaran yang dalam, tahan genangan air, cepat beranak, batang kuat dan tidak mudah rebah, serta tahan terhadap hama dan penyakit. Ada tiga varietas padi unggul berdasarkan SK Mentan No. 2015-2017/Kpts/SR.120/4/201, yaitu Inpari 14 Pakuan, Inpari 15 Parahyangan, dan Inpari 14 Pasundan. (GR)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here