Mengukur Keasaman Tanah dengan Bumbu Dapur

0
144
foto oleh www.freepik.com

gemahripah.co – Tingginya curah hujan merupakan salah satu faktor penyebab tanah di Indonesia cenderung bersifat asam. Oleh sebab itu, petani disarankan melakukan pengecekan keasaman tanah sebelum mulai menanam. Karena keasaman tanah sangat berpengaruh pada kesuburan tanaman.

Baca juga: Tanah Terbaik untuk Pertumbuhan Tanaman

Sebagian besar tanaman dapat tumbuh dengan subur pada tanah dengan keasaman antara pH 6.0 – 7.0 (netral). Untuk dapat memperoleh hasil panen yang optimal, petani harus memperhatikan keasaman tanah pada lahan yang akan digarapnya.

Cara untuk mengetahui keasaman tanah secara presisi dapat dilakukan dengan memakai pH Meter. Alat seperti ini bisa didapatkan di toko pertanian, toko peralatan rumah tangga dan marketplace (Tokopedia, Bukalapak dan Shopee). Pemakainya cukup mudah dan hasilnya segera dapat diketahui. Namun metode ini memerlukan biaya yang tidak murah.

Tapi kita  juga bisa mengukur keasaman tanah dengan biaya yang relatif murah dan mudah. Cara tersebut tidak menggunakan alat khusus, cukup dengan bumbu dapur! Mungkin anda tidak percaya, tapi cara ini sudah terbukti ampuh untuk mengetahui seberapa besar kadar keasaman tanah di lahan Anda.

Cuka dan baking soda

Cuka biasanya digunakan sebagai salah satu bumbu penyedap makanan, dan baking soda kerap digunakan untuk membuat kue. Seperti dikutip dari  laman growtosave.com berikut ini cara mengukur keasaman tanah dengan dua bumbu dapur tersebut:

  1. Siapkan 2 toples bening, masing-masing berukuran 1 liter.
  2. Masukkan contoh tanah yang akan diuji sebanyak 1 sendok makan, pada masing-masing stoples.
  3. Gunakan 2 sendok makan yang berbeda untuk setiap toples
  4. Masukkan 1/2 sendok makan air dan 1/2 sedok makan baking soda kedalam toples pertama.
  5. Masukkan 1 sendok makan cuka ke toples kedua.
  6. Setelah itu aduk hingga rata kedua contoh tanah tersebut, dengan menggunakan sendok. Kemudian tunggu beberapa saat.

Jika contoh tanah pada toples pertama (baking soda) berbusa, maka tanah tersebut bersifat asam. Sedangkan jika busa timbul pada toples kedua (cuka), maka tanah tersebut bersifat basa. Jika keduanya tidak bereaksi, maka tanah tersebut bersifat netral

foto: www.growtosave.com

Toples 2 (kanan) jelas mengeluarkan busa sehingga dapat disimpulkan tanah tersebut bersifat basa

Kunyit

Menurut laman Universitas Gajah Mada (www.ugm.ac.id), kunyit dapat dimanfaatkan untuk mengukur keasaman tanah. Caranya adalah sebagai berikut:

  1. Ambil sampel tanah dan tambahkan dengan sedikit air sehingga membentuk larutan.
  2. Kupas dan potong kunyit menjadi dua bagian.
  3. Masukkan potongan kunyit kedalam larutan tanah.
  4. Tunggu hingga 10 menit.
  5. Ambil potongan kunyit yang dimasukkan dalam larutan lalu bandingkan warnanya dengan potongan yang tidak dicelupkan.

Jika warna kunyit menjadi pudar, maka tanah tersebut bersifat asam. Sedangkan bila warna kunyit menjadi lebih tua (kuning tua), maka sifatnya basa. Tanah netral ditandai dengan warna kunyit yang tidak berubah.

Mengendalikan keasaman tanah

Jika tanah bersifat asam, kita dapat mengaplikasikan kapur pertanian untuk menetralkannya. Saat ini sudah banyak toko pertanian, baik daring maupun luring, yang menjual kapur pertanian. Kapur pertanian yang banyak digunakan petani dan pekebun adalah Kapur Pertanian Kebomas, yang diproduksi oleh PT Petrokimia Gresik (PG).

Aplikasi Kapur Pertanian Kebomas cukup mudah. Untuk lahan seluas satu hektar, hanya dibutuhkan  1.5 hingga 3 ton. Kapur ini diaplikasikan pada saat pengolahan lahan.

Baca juga: Pengaruh Keasaman Tanah pada Tanaman

Untuk tanah yang bersifat basa, petani bisa mengaplikasikan Petro-Cas, yang juga diproduksi oleh PG. Produk pembenah tanah ini memiliki kandungan Kalsium dan Sulfur yang efektif untuk tanah basa dan juga tanah dengan kandungan garam tinggi (salin).

Baca juga: Petro-Cas tingkatkan rendemen dan hablur pada tebu

Sedangkan untuk meningkatkan kesuburan tanah netral, petani dapat memberikan Petroganik, pupuk organik produksi PG. (Fajar Primazona / Editor: Made Wirya)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here