Mencangkok Tanaman Kelengkeng

0
40
(Foto: Buyung Al Fanshuri - Balitjestro)

gemahripah.co – Buah kelengkeng merupakan salah satu komoditas hortikultura yang memiliki nilai ekonomi yang cukup bagus. Karena buah kaya nutrisi ini diminati oleh pasar, baik domestik maupun luar negeri. Melihat potensinya, akhir-akhir ini sudah cukup banyak petani yang membudidayakan tanaman tersebut.

Kelengkeng bisa ditanam di dataran rendah maupun tinggi, antara 400 – 1.200 mdpl, baik di tanah grumosol, laktosol, andosol, maupun tanah lempung berpasir. Dengan suhu lingkungan antara 2 – 330C, kelembaban udara 50 – 90%, dan curah hujan 1.100 – 1.500 mm/tahun.

Seperti dilansir oleh laman Balitjestro, perbanyakan tanaman kelengkeng bisa dilakukan  dengan dua cara yaitu generatif dan vegetatif.

Perbanyakan dengan cara generatif (seedling) bertujuan untuk menemukan varietas baru dan sebagai batang bawah (rootstock). Karena kelengkeng termasuk open pollinated sehingga segregasinya tinggi. Sedangkan perbanyakan dengan cara vegetatif untuk budidaya. Salah satu cara perbanyakan vegetatif pada tanaman lengkeng adalah dengan pencangkokan.

Perbanyakan dengan cara cangkok mempunyai kelebihan dan kekurangan. Kelebihannya adalah caranya lebih mudah, dan sifat yang diturunkan sama dengan induknya. Sedangkan kelemahannya, saat tanaman sudah besar menjadi mudah roboh karena hanya berakar serabut, tidak mempunyai akar tunggang.

Dikarenakan sifat yang diturunkan sama dengan induknya, maka induk yang akan dicangkok dipilih yang mempunyai produksi buah tinggi, dengan buah yang berkualitas.

Tips Mencangkok Tanaman Kelengkeng

Untuk melakukan pencangkokan kelengkeng, siapkan terlebih dahulu bahan dan alat berupa: media tanam, plastik, tali rafia dan pisau. Kemudian lakukan tahapan pencangkokan sebagai berikut:

  1. Memilih ranting yang lurus
  2. Mengerat/menghilangkan kambium secara melingkar pada batang dengan panjang 3-5 cm.
  3. Panjang ranting dari ujung daun sampai leher keratan minimal 50 cm.
  4. Biarkan selama 1-2 hari agar kambium yang masih menempel pada kayu mengering.
  5. Rendam media tanam yang akan digunakan ke dalam air.
  6. Memasang plastik untuk tempat media tanam dengan cara mengikat di bawah batang yang dikerat.
  7. Masukkan media tanam ke dalam plastik, kemudian diikat lagi.
  8. Jaga kelembaban media tanam dengan cara menyiram, jika terlihat mengering.

Keberhasilan cangkok ditandai dengan terbentuknya akar yang dapat dilihat dari luar. Apabila akar tidak terbentuk, maka cangkok tidak berhasil. Kegagalan ini biasanya disebabkan masih adanya kambium yang menempel pada kayu pada waktu mengerat, sehingga kambium terbentuk kembali. Kegagalan pencangkokan juga bisa disebabkan oleh media tanam yang kurang lembab. (GR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here