Dari Hasil Uji Aplikasi Pada Tanaman Tebu, Petro-Cas Terbukti Tingkatkan Rendemen dan Hablur        

0
1797

gemahripah.co – Seberapa besar pengaruh gypsum (CaSO4.2H2O),  Kalsium (Ca), dan Sulfur (S) terhadap peningkatan nilai rendemen dan hablur tebu? Untuk memastikan hal tersebut PT Petrokimia Gresik (PG) bekerjasama dengan PTPN XI, pernah dilakukan uji aplikasi. PG mengaplikasikan Petro-Cas, pembenah tanah yang dipeoduksi perusahaan tersebut, ke tanaman tebu di lahan milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XI.

Uji aplikasi dilakukan selama satu tahun mulai September 2015 hingga September 2016, di Kec. Sukosari, Kab. Lumajang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian Petro-Cas dan dosis penambahan Petro-Cas terbaik dalam meningkatkan produktivitas tanaman tebu.

Menurut Manager Riset Pupuk dan Produk Hayati, Endang Sri Nuraini Hadi, pada uji aplikasi tersebut terjadi peningkatan rendemen dan hablur tebu. Hal ini diketahui dari hasil pengamatan panen, di mana dengan mengaplikasikan Petro-Cas dengan dosis 500-1000 kg per hektar, rendemen dan hablur terbukti meningkat signifikan.

“Peningkatan dengan aplikasi  Petro-Cas adalah sebesar 17 – 26 persen bobot panen, 6 – 11 persen rendemen, dan  29 – 33 persen hablur tebu, dibandingkan dengan tanpa aplikasi Petro-Cas,” ungkap perempuan yang akrab dipanggil Menik itu.

Lebih lanjut Menik mengungkapkan, penelitian tersebut menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), dengan empat perlakuan dan tiga ulangan. Hasil pengamatan vegetatif menunjukkan pemberian Petro-Cas dapat meningkatkan hasil pertumbuhan vegetatif tanaman tebu.

“Peningkatan hasil vegetatif tanaman disebabkan oleh kandungan Kalsium dan Sulfur yang berperan penting dalam pertumbuhan tinggi dan anakan tanaman tebu. Petro-Cas mempunyai kadar unsur Kalsium (Ca) minimal 21 persen, angka ini  lebih tinggi dibandingkan unsur Sulfur (S),  minimal 18 persen. Kandungan terbesar di dalam Petro-Cas, adalah Kalsium Sulfat (CaSO4.2H2O), sebesar 90 persen,” paparnya.

Saat ditanya tentang kebutuhan Sulfur, Menik menyampaikan bahwa tebu membutuhkan 48 kilogram per hektar. Berdasarkan kebutuhan tersebut, lanjutnya, untuk memenuhi kebutuhan unsur S dan Ca pada tebu dibutuhkan Petro-Cas sebanyak  300 hingga 400 kilogram per hektar.

“Sulfur penting artinya karena berperan pada pembentukan klorofil dalam proses fotosintesis. Proses ini nantinya akan  menghasilkan pati, gula, minyak, lemak, vitamin, dan senyawa lainnya. Bersama dengan Magnesium (Mg), Sulfur berperan dalam produksi protein tanaman,  sintesis minyak atau peningkatan minyak bersama dengan unsur,” terangnya.

Sedangkan Kalsium, ungkap Menik,  berperan dalam perakaran sistem tanaman, meningkatkan kualitas buah, meningkatkan pemanjangan sel tanaman, serta berperan dalam aktivitas stomata daun dan proses metabolisme penyerapan nutrisi lainnya. (Fajar Zona / Editor: Made Wirya)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here