Budidaya Melon, dari Syarat Tumbuh Hingga Paska Panen

0
1064

gemahripah.co – Melon (Cucumis melo L.) adalah salah satu buah yang digemari di Indonesia. Rasa buahnya yang manis dan segar banyak disajikan sebagai salad, es buah, maupun jus. Prospek budidaya buah yang berasal dari Mediterania ini cukup bagus, sehingga bisa menjadi komoditas yang layak dibudidayakan.

Susahkah membudidayakan melon? Ternyata tidak juga, selama kita memahami bagaimana cara membudidayakannya. Hal tersebut disampaikan oleh Muammar Ma’arif, Manager Riset Pemuliaan dan Pengolahan Hasil Riset PT Petrokimia Gresik.

“Sebelum membudidayakan melon, petani harus memahami beberapa hal, seperti syarat tumbuh, kondisi tanah, benih, dosis dan metode pemupukan, dan potensi hama dan penyakitnya. Dan yang tidak kalah pentingnya adalah perlakuan buah paska panen,” ujarnya.

Berikut adalah cara budidaya melon seperti yang disampaikan oleh Muammar Ma’arif:

Syarat Tumbuh

Melon membutuhkan kecepatan angin tidak terlalu tinggi untuk mengurangi risiko tangkai daun, tangkai buah dan batang tanaman yang patah.

Tanaman ini ideal ditanam saat musim kemarau untuk mengurangi kemungkinan rontok bunga akibat hujan, serangan patogen, dan rasa buah yang kurang manis.

Penyinaran matahari penuh selama pertumbuhan, dengan suhu rata-rata 25oC – 30oC. Hal ini dibutuhkan untuk menjaga kelembaban tanaman melon, agar tidak mudah terserang penyakit.

Kondisi Tanah

 Melon membutuhkan lahan dengan karakter tanah yang liat berpasir dan banyak mengandung bahan organik.

Tanah yang ideal untuk budidaya melon dengan pH  5,8 – 7,2. Jika tanah bersifat masam, yang ditunjukkan dengan angka pH rendah, maka harus dinetralkan terlebih dahulu dengan Kapur Pertanian Kebomas, sebanyak 1.500 – 3.000 kilogram untuk per hektarnya.

Aplikasi Kapur Pertanian Kebomas dengan cara ditabur di atas permukaan tanah,  saat olah lahan terakhir, atau 2 minggu sebelum tanam.

Kebutuhan air

Meskipun  melon membutuhkan air yang cukup banyak, tapi sebaiknya air tersebut berasal dari irigasi, bukan dari air hujan.

Ketinggian lahan

Melon tumbuh dengan  baik pada ketinggian 300–900 meter dpl. Meskipun bisa tumbuh pada  ketinggian lebih dari 900 meter dpl, tanaman ini tidak berproduksi dengan optimal.

Pembibitan

Sebelum melakukan pembibitan kita harus tahu dulu jenis melon apa yang akan ditanam. Secara umum ada dua jenis melon yang banyak ditanam oleh petani di Indonesia. Yang pertama adalah winter melon (melon tanpa jaring) dan netted melon (melon dengan jaring).

Langkah-langkah dalam melakukan pembibitan adalah sebagai berikut:

  1. Rendam benih dalam air hangat (35-45oC) selama 1×24 jam kemudian pilih benih yang berada di dasar air (tenggelam).
  2. Peram benih selama 2 x 24 jam.
  3. Pindah benih ke media persemaian yang dibuat dari campuran kompos dan arang sekam, kemudian simpan di area yang gelap.
  4. Bibit yang sudah berusia 10 hari dan memiliki 2 helai daun kemudian diaklimatisasi dengan cara dipindahkan ke area yang terkena sinar matahari langsung selama 3-4 hari.

Bedengan

Sambil menunggu bibit siap dipindahtanam, buat bedengan  dengan panjang 10 m, lebar 1m, dan tinggi 20-30 cm, di mana jarak antar bedengan sekitar 40-50 cm.

Tutup bedengan  dengan mulsa, untuk mengurangi kehilangan pupuk akibat penguapan, menekan perkembangan gulma, mekenak perkembangan OPT dan memperbanyak intensitas sinar matahari.

Setelah bedengan tertutup mulsa, buat lubang tanam. Di mana tiap bedengan berisi dua baris dengan jarak 50 cm antar baris dan 60 cm dalam barisnya.

Pindah tanam

Pindah tanam dilakukan saat bibit berumur 13-15 hari setelah semai (HSS) dengan 1 bibit per lubang. Lebih baik dilakukan saat sore hari. Taburkan pestisida berbahan aktif karbofuran di setiap lubangnya. Penyulaman dilakukan sampai tanaman berusia 7 hari setelah tanam (HST).

Dosis Pemupukan

Pemupukan dasar (kurang dari 7 hari setelah tanam), aplikasikan Petroganik sebanyak 2.000 kilogram, ditambah dengan 400 kilogram  NPK Nitrat, dan 50 kilogram Petro Biofertil

Saat pemupukan susulan (7 – 56 hari setelah tanam), aplikasikan 800 kilogram NPK Nitrat, 125 kilogram ZK, dan 50 kilogram Petro Biofertil

Metode pemupukan

Pemupukan Dasar dilakukan 1 minggu sebelum tanam, dengan cara ditaburkan di atas permukaan tanah dan ditutup dengan mulsa. Diamkan selama 3 – 4 hari.

Pemupukan Susulan dilakukan dengan sistem kocor, dengan takaran 100 – 150 gr pupuk dicampur 10 liter air, digunakan untuk 40 (empat puluh) tanaman. Pemupukan dilakukan setiap 5 (lima) hari sekali.

Pemasangan Ajir

Ajir berfungsi untuk menopang dan membantu tanaman melon agar tumbuh tegak. Pemasangan ajir dilakukan saat tanaman melon berumur 1  minggu setelah tanaman.

Siapkan ajir sepanjang 1,5 m, tancapkan ajir tersebut pada lubang tanam secara menyerong. Usahakan agar ujung atas ajir condong ke dalam bedengan sehingga ujung ajir satu dan lainnya saling bertemu.

Siapkan bilah bambu sepanjang ukuran bedengan dan letakan secara horizontal di ujung ajir dan ikat dengan tali rafia.

Penyiraman

Penyiraman melon dilakukan setiap 2 (dua) hari sekali, pada saat sore hari.  Hindarkan lahan dari genangan air karena berpotensi menimbulkan serangan virus dan bakteri.

Pewiwilan/Penjarangan

Pewiwilan daun  dimulai setelah muncul daun ke-8, dengan cara menghilangkan daun ke-1 sampai ke-4. Pewiwilan buah dilakukan ketika mulai muncul 2 hingg 3 buah  dengan diameter ± 5 cm. Seleksi buah yang terbaik, dan sisakan 1 buah setiap tanaman. Calon buah yang baik memiliki bentuk sedikit lonjong.

Pengikatan Tanaman

Ikat batang tanaman saat tanaman umur 14 hari setelah tanam. Pengikatan batang bertujuan agar tanaman tidak rebah. Ikat batang buah dengan tali rafia, dan gantungkan di ajir. Hindarkan buah menyentuh permukaan tanah, agar kematangan buah merata dan terhindar dari busuk buah

Pemotongan Tunas Baru

Pemotongan tunas baru dilakukan saat seleksi buah, sampai dengan panen. Hal ini bertujuan agar nutrisi terserap secara optimal ke dalam buah.

Pengendalian Hama dan Penyakit

Penyemprotan dilakukan secara rutin 2  minggu sekali, untuk mengendalikan OPT utama tanaman melon, antara lain; kutu (aplikasikan Demolish atau Sidamex), jamur (aplikasikan Dethane,Topsin atau Cozene), ulat (aplikasikan Sidametrin atau Prevathon).

Panen dan Paska panen

Melon dapat dipanen pada usia 60 HST (tergantung jenisnya). Ciri – ciri buah yang sudah siap dipanen berwarna kuning cerah dan mengeluarkan aroma. Waktu pemanenan melon yang baik adalah pada pagi hari.

Cara memanen melon dilakukan dengan memotong tangkai buah menggunakan pisau tajam, dan menyisakan tangkai minimal 2 cm untuk memperpanjang masa simpan buah.

Pemanenan dapat dilakukan secara bertahap, dengan terlebih dahulu memetik buah yang benar-benar telah siap dipanen.

Buah melon dikumpulkan di tempat yang kering dan sejuk serta diberi alas jerami, untuk selanjutnya dilakukan penyortiran (grading).

Jika akan diangkut menuju tempat yang jaraknya cukup jauh, berilah alas dan kotak pada buah untuk mengurangi kerusakan akibat benturan. (GR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here