Budidaya Chaya di Halaman Rumah

1
199
Chaya atau pepaya jepang. (Foto: Roy's Farm)

gemahripah.co – Chaya (Cnidoscolus aconitifolius)  adalah tanaman sayur yang diyakini berasal dari Semenanjung Yucatán di Meksiko. Di Indonesia tanaman ini juga dikenal dengan pepaya jepang, karena bentuk daunnya mirip daun pepaya. Chaya bisa tumbuh hingga mencapai tinggi 6 meter, tetapi biasanya dipangkas sekitar 2 meter agar pemanenan daun menjadi lebih mudah.

Chaya dikonsumsi daunnya, dan pada beberapa negara dimasak seperti halnya memasak daun bayam. Daun chaya tidak direkomendasikan untuk dimakan mentah, karena mengandung asam hidrokyanat yang beracun.

Seperti dilansir laman Roy’s Farm, tanaman chaya  peka terhadap udara dingin sehingga bisa tumbuh ideal jika ditanam di daerah tropis. Pada umumnya chaya ditanam melalui  stek batang berkayu di tanah yang memiliki drainase baik. Menanam chaya dari biji relatif sulit, sehingga tidak direkomendasikan bagi pembudidaya amatir.

Pertumbuhan chaya terhitung cukup lambat, baru bisa dipanen setelah sekitar 1 tahun. Setelah melewati masa satu tahun, rantingnya harus sering dipangkas. Selain untuk mendorong perlebatan daun, pemangkasan dimaksudkan untuk memudahkan proses pemanenan.

Membudidayakan chaya secara organik di halaman rumah cukup sederhana. Tanaman ini mudah tumbuh dan mereka juga dapat tumbuh di bawah naungan pohon buah atau pohon rindang lainnya.

Membudidayakan Chaya

  1. Siapkan Stek

Tanaman chaya tidak mudah tumbuh dari biji, sebaiknya ditanam melalui perbanyakan dengan stek batang kayu. Jadi, Anda bisa beli stek dari pembibitan terdekat, atau mendapatkan stek dari teman atau tetangga Anda.

  1. Waktu terbaik untuk menanam

Tanaman chaya sensitif terhadap udara dingin, dan  tidak tumbuh dengan baik selama bulan-bulan yang lebih dingin. Jadi, Anda harus merencanakan penanaman dan penanaman chaya selama bulan-bulan yang lebih hangat.

  1. Mempersiapkan Tanah

Tanaman chaya dapat tumbuh di hampir semua jenis tanah. Tapi bisa tumbuh ideal jika ditanam di tanah yang kaya akan bahan organik. Jadi tambahkan bahan organik yang cukup ke dalam lobang tanam (seperti pupuk kandang  atau kompos buatan rumah).

  1. Penanaman
  • Siapkan stek batang yang berkayu dengan panjang 15 – 30 cm, yang memiliki setidaknya beberapa simpul.
  • Petik semua daun dan biarkan udara kering mengeringkan batang tersebut selama 2-3 hari. Hal ini dimaksudkan agar ujung yang dipotong  bisa menutup, sehingga batangnya tidak mudah busuk.
  • Penanaman chaya tidak jauh berbeda dengan menanam kelor, prosesnya hampir sama.
  • Masukkan stek batang kayu ke dalam lobang tanam, dengan 1 hingga 2 simpul di bawah permukaan tanah dan jaga kelembapan tanah.
  • Hindari menanam stek di tanah dengan air yang tergenang, karena stek akan membusuk.
  • Chaya bisa juga ditanam terlebih dahulu di dalam pot atau ember, setelas bertunas dipindahkan ke lobang tanam di kebun.
  • Tanaman chaya membutuhkan waktu cukup lama untuk tumbuh dewasa, sekitar satu tahun atau lebih.
  1. Perawatan
  • Tanaman chaya tidak membutuhkan perawatan terlalu banyak setelah stek ditanam.
  • Tanaman chaya tumbuh baik di tempat-tempat teduh, terutama di bawah pohon buah atau tanaman rindang lainnya.
  • Tambahkan pupuk kandang atau kompos ke lubang tanam, sehingga nutrisi dapat masuk.
  • Tanaman chaya tumbuh dengan baik jika kelembaban tanah terjaga dengan baik. Jadi, sirami tanaman secara teratur. Tanaman chaya toleran terhadap hujan lebat dan juga memiliki toleransi terhadap kekeringan.
  • Pemasangan mulsa di sekitar stek batang kayu bisa membantu mempertahankan kelembaban tanah dan juga akan mengendalikan sebagian besar gulma.
  • Tanaman chaya relatif tahan terhadap hama dan   Ini sebenarnya manfaat besar dari menanam tanaman chaya di halaman rumah.
  1. Pemanenan
  • Pemanenan daun bisa dilakukan pada awal tahun kedua setelah penanaman.
  • Daun chaya bisa dipanen terus menerus selama tidak lebih dari 50 persen jumlah keseluruhan daunnya.
  • Tanaman chaya adalah salah satu sayuran hijau paling produktif.
  • Beberapa varietas memiliki bulu yang menyengat, sehingga dibutuhkan sarung tangan untuk memanen daunnya. (GR)

 

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here