Foto Esai Prabu Ganef Setiawan: “Candi Plaosan, Jejak Peradaban Nusantara di Tanah Jawa”

0
34

gemahripah.co – Matahari masih sepenggalah, langit  timur cerah kebiruan. Pagi itu alam masih menyisakan kabut tipis di kompleks Candi  Plaosan, Klaten, Jawa Tengah.  Saya dan beberapa teman sesama penggemar fotografi yang tergabung dalam Pephoc, mencoba mengeksplorasi candi yang terletak di Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, itu.

Candi Budha yang diperkirakan dibangun pada masa pemerintahan Rakai Pikatan dari Kerajaan Mataram Hindu, pada awal abad ke-9 Masehi. Pahatan-pahatan di dindingnya begitu halus dan detail.

(Foto: Prabu Ganef Setiawan)

Begitu memasuki area candi yang terdiri dari Candi Pewara dan Candi Utama itu, imajinasi saya hanyut ke masa lalu. Menyusuri setapak demi setapak kompleks percandian itu membuat saya menjadi lebih mengerti, betapa budaya leluhur Nusantara demikan agung.

Di Plaosan Lor, saya melihat bayangan  Ratu Sri Kahulunan dan Rakai Pikatan berjalan beriringan dalam pakaian kebesarannya. Putri Raja Samarattungga dari Wangsa Syailendra itu terlihat cantik dengan untaian bunga dan permata warna-warni di kepalanya.

(Foto: Prabu Ganef Setiawan)

Dua pasang arca Dwarapala yang saling berhadapan, sepasang terletak di pintu masuk utara dan sepasang di pintu masuk selatan. Arca dari batu andesit itu berada dalam posisi duduk. Tangan kanannya memegang gada, sedangkan tangan kiri tertumpang di atas lutut kiri.

Lihatlah dinding luar di dua candi utama itu, ada relief  laki-laki dan perempuan  berdiri dalam ukuran mendekati ukuran manusia. Seolah menyapa, dan mempersilakan kami untuk mengabadikannya.

(Foto: Prabu Ganef Setiawan)

Tapi betapa mengenaskan saat kami memasuki kompleks Candi Plaosan Kidul, candi utamanya sudah tinggal reruntuhan. Yang masih berdiri hanyalah beberapa candi perwara. Entah apa yang menyebabkan kehancuran candi indah itu.

Kompleks candi yang sungguh menggugah daya khayal kita. Karya yang dibangun dengan dasar cinta kasih, mampu membangkitkan energi yang dahsyat. Para leluhur Nusantara membangun atas dasar cinta kasih pada semesta. (***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here