Makanan Sehat Berbasis Kedelai

0
57
Foto: BBC Good Food

gemahripah.co – Kedelai bukan hal yang asing dalam keseharian kita. Hampir tiap hari orang-orang Indonesia mengkonsumsi makanan yang dibuat dari kedelai, seperti tempe, tahu, kecap dan susu. Tidak sedikit juga orang-orang yang lebih menyukai kedelai yang langsung direbus bersama polongnya.

Kedelai merupakan tanaman asli Tiongkok, yang telah dibudidayakan lebih dari 13.000 tahun yang lalu. Dari Tiongkok kedelai kemudian menyebar ke berbagai wilayah lain di Asia,  dan baru pada awal abad ke-20 mulai digunakan untuk lebih dari sekadar pakan ternak di Barat.

Seperti dikutip dari BBC Good Food, saat ini kedelai merupakan kacang-kacangan yang paling banyak ditanam dan dimanfaatkan di seluruh dunia. Hal tersebut dimulai sejak tahun 1970-an, di mana telah terjadi peningkatan konsumsi makanan berbasis kedelai.

Menurut ahli gizi Jo Lewin, seperti dikutip dari sumber yang sama, manfaat utama kedelai adalah kandungan proteinnya yang tinggi, vitamin, mineral, dan serat yang tidak larut. Kacang kedelai telah diubah menjadi sejumlah makanan berbasis kedelai yang populer.

Beberapa makanan tersebut adalah:

Miso – pasta kacang kedelai hasil fermentasi yang digunakan sebagai penyedap, populer digunakan pada masakan Asia. Miso merupakan sumber yang baik dari banyak mineral.

Tempe – adalah makanan khas Indonesia yang biasanya dibuat dengan memasak dan menghilangkan kacang kedelai dan membentuk ‘kue’ bertekstur padat. Tempe merupakan sumber protein, vitamin B, dan mineral yang sangat baik.

Tahu – terbuat dari susu kedelai yang proteinnya dibekukan  dengan garam kalsium atau magnesium. Ampasnya dibuang dan saripatinya diproses. Tahu merupakan sumber zat besi, protein dan kalsium yang baik.

Fitoestrogen

Kedelai mengandung fitoestrogen, bahan kimia yang ditemukan dalam makanan nabati. Ada berbagai jenis fitoestrogen tetapi yang ditemukan dalam produk kacang kedelai disebut isoflavon.

Isoflavon kedelai (daidzein dan genistein) telah menarik banyak penelitian. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa wanita tertentu dengan diet kaya kedelai dimungkinkan memiliki risiko lebih rendah terkena kanker payudara.

Namun, tidak jelas apakah susunan genetik (yang mempengaruhi cara tubuh memetabolisme makanan) dan faktor lingkungan berinteraksi dengan kedelai, sehingga menghasilkan efek yang berbeda pada manusia.

Fitoestrogen membantu memblokir efek kelebihan estrogen dalam tubuh, menghilangkan ketidakseimbangan dalam rasio antara estrogen dan progesteron. Fitoestrogen bekerja dengan mengunci situs reseptor estrogen pada sel, dengan demikian  memblokir estrogen alami yang lebih kuat. Dengan demikian  fitoestrogen dapat membantu meningkatkan gejala dominasi estrogen seperti PMS dan endometriosis.

Protein

Kedelai dianggap setara dengan makanan hewani dalam kualitas protein, tetapi diperkirakan protein nabati diproses berbeda dengan protein hewani. Sebagai contoh, studi eksperimental telah menunjukkan bahwa isolat protein kedelai cenderung menurunkan kadar kolesterol, pada orang-orang dengan kadar tinggi. Sementara protein dari sumber hewani dapat meningkatkan kadar kolesterol.

Fitosterol

Kacang kedelai juga mengandung senyawa yang disebut pitosterol. Senyawa ini secara struktural mirip dengan hormon kolesterol dan steroid. Hormon-hormon tersebut berfungsi untuk menghambat penyerapan kolesterol dengan memblokir situs-situs penyerapan. Efek penurun kolesterol dari phytosterol didokumentasikan dengan baik.

Genetika dan faktor lingkungan memainkan peran besar dalam bagaimana tubuh kita bereaksi terhadap makanan tertentu. Sehingga kita belum bisa mengatakan apakah diet kaya makanan fitoestrogenik bermanfaat atau tidak. Jika Anda seorang vegetarian atau vegan, makanan berbasis kedelai dapat menjadi bagian tak ternilai dari makanan Anda. (GR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here