Kue Lapan Jam, Kue Khas Palembang yang Lembut dan Legit Cocok untuk Menu Buka Puasa

0
20
Kue lapan jam memiliki tekstur empuk dengan cita rasa manis. (Foto: Afni Nur Rochmah / Cookpad)

gemahripah.co – Kue apa sajakah yang biasanya dijadikan makanan awalan untuk berbuka puasa Ramadan di Palembang? Ada banyak, salah satunya adalah “kue lapan jam”. Kue bertekstur lembut dengan cita rasa manis ini memang salah satu kue yang dijadikan takjil oleh masyarakat ibu kota Sumatera Selatan itu.

Nama kue ini memang unik. Kata “lapan” berasal dari “delapan”, menunjukkan durasi proses pengukusannya yang membutuhkan waktu 8 jam. Tidak heran jika kue lapan jam memiliki tekstur yang lembut dan tidak mudah basi.

Untuk membuat kue yang dulunya hanya dinikmati oleh kalangan bangsawan itu, tentu saja dibutuhkan kesabaran ekstra. Tapi hasilnya sepadan, lidah Anda akan dimanjakan dengan kelezatannya.

Bahan untuk membuat kue ini mudah didapatkan, seperti telur (biasanya telur bebek), susu kental manis, gula dan margarin. Setelah 8 jam dikukus, bahan-bahannya akan mengental dan membentuk karamel, telurnya yang menjadi padat. Ketika memasuki proses pemanggangan selama beberapa puluh menit, semuanya menyatu.

Uniknya lagi, kemunculan kue ini  hanya pada hari-hari khusus, seperti Ramadhan dan perayaan Idul Fitri. Sedangkan pada hari-hari biasa, kue lapan jam jarang dijual. Jika pun ada yang menginginkan, biasanya membuat sendiri atau pesan langsung ke pembuatnya.

Menurut Afni Nur Rochmah seperti dikutip dari Cookpad, di Palembang ada 2 varian kue lapan jam yang dijual, ekonomis dan premium. Untuk yang premium tentu saja harganya lebih mahal.

“Ini (mahal) karena menggunakan telur bebek. Jelas rasa dan tekstur akan beda antara ekonomis dan premium,” ujarnya, seperti dikutip dari media yang sama.

Afni menyarankan menggunakan telur bebek yang masih segar, untuk mendapatkan tektur lembut dan tidak amis. Pengukusan juga harus benar-benar selama 8 jam agar kue kenyal dengan pebampilan cantik. Setelah itu dipanggang ke oven sekitar 45-60 menit, tergantung ukuran loyang.

“Ketika sudah dipanggang, kue dapat bertahan selama satu minggu di suhu ruang. Jangan lupa untuk selalu mengecek air kukusan minimal setiap 1 jam sekali. Dan jangan menambahkan air dingin, tapi tambahkan air yang sudah mendidih ke kukusan,” paparnya.

Cara membuatnya

Bahan yang dibutuhkan untuk porsi 50 potong:

  • 30 butir telur bebek
  • 1 kg gula pasir
  • 500 gr susu kental manis (putih)
  • 200 gr margarin

Tahapan pembuatan:

  1. Siapkan semua bahan, lelehkan margarin, dan sisihkan.
  2. Olesi loyang dengan margarin tipis-tipis, dan taburi tepung terigu.
  3. Pecahkan telur satu per satu dan campur dengan gula pasir, kemudian kocok dengan menggunakan wisk saja supaya tidak berbusa tapi tercampur rata. Tambahkan susu kental manis.
  4. Aduk kembali sampai tercampur rata, tambahkan margarin cair, aduk sampai tercampur rata.
  5. Tuang ke dalam loyang, tutup rapat dengan aluminium foil, kemudian kukus selama 8 jam.
  6. Setiap minimal 1 jam sekali air didalam kukusan ditambah, dengan cara menuang pelan pelan, menggunakan gelas ukuran.
  7. Setelah dikukus 8 jam, masukkan ke oven dengan suhu 180°C (atas dan bawah). Lalu panggang kue selama minimal 45 menit. Atau hingga sisi dan atas kue terlihat lebih kering.
  8. Tunggu kue dingin, baru dipotong-potong. (GR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here