Keterbatasan Gerak Saat Pandemi Memunculkan Ide Membuat Usaha Kuliner Online

0
158

Oleh: Bachtiar Rosihan Aghda *)

Menjadi reseller produk makanan yang dijual secara online menjadi pilihan tepat saat pandemi. (Foto: Bachtiar Rosihan Aghda)

gemahripah.co – Seperti perusahaan lain pada masa pandemi, perusahaan tempat saya bekerja  juga memberlakukan kebijakan  bekerja dari rumah, atau yang lebih dikenal dengan WFH (work from home).  Lebih-lebih saat itu jumlah orang yang terinveksi virus Covid-19 di Gresik, kota di mana saya tinggal, terus meningkat. Sehingga Kabupaten Gresik dinyatakan sebagai zona merah.

Berbagai kegiatan tatap muka dibatasi, ngopi dan kongkow-kongkow dengan teman kerja tidak diperbolehkan. Dan yang paling berat adalah tidak bisa ngeband bareng di studio musik dengan teman-teman.  Selain berusaha patuh dengan himbauan pemerintah, kami juga khawatir jika studio musik dan peralatannya tidak terbebas dari virus tersebut.

Setelah berjalan beberapa minggu, perasaan bosan mulai muncul. Saya tidak lagi bisa ngeband di studio musik, yang biasanya kami lakukan seminggu sekali. Padahal agar imun tubuh meningkat, selain makan dengan gizi seimbang, istirahat cukup dan melakukan 3M (mencuci tangan, menjaga jarak dan menggunakan masker), juga dengan melakukan hal yang kita sukai.

Kegiatan yang paling sering saya lakukan selama WFH, setelah selesai bekerja secara digital, adalah membuka media sosial. Tiap hari saya membuka Instagram, Facebook, WhatsApp dan YouTube.

Akun-akun media sosial yang sering saya kunjungi kebanyakan yang berkaitan dengan musik. Mulai dari akun milik musisi idola, hingga akun-akun yang biasanya melakukan covering music.

Saya sering membaca unggahan Ari Lasso, mantan vokalis Dewa-19 di akun IG-nya. Saya memang Bala Dewa, julukan bagi penggemar Dewa. Saya menggemari band yang dimotori oleh Ahmad Dhani itu sejak masih SD hingga SMA.

Saya juga mengikuti akun YouTube Ari Lasso, sebab kontennya menarik. Meskipun di panggung tampilannya terlihat garang, dalam keseharian dia tidak jauh berbeda dengan orang-orang pada umumnya.

Di akun YouTube, Ari Lasso  menceritakan kegiatan sehari-hari ketika berada di rumah, seperti aktivitas olahraga, shooting program entertainnya, dan kegiatan rumahan lainnya.

Suatu ketika Ari Lasso mengunggah IG story tentang usaha kuliner yang dikelola bersama anak perempuannya. Anak perempuannya itu memang  hobi memasak. Di IG story dia menceritakan tentang LASSOMAY,  usaha siomay yang sedang dirintisnya.

Saat itu  Ari Lasso melakukan promosi melalui IG secara masif, baik di story maupun di halaman IG-nya. Bahkan beberapa kawan artis juga ikut ikut membantu mempromosikan usaha barunya itu.

Saya mulai tergelitik,  bagaimana caranya agar bisa bergabung dengan bisnis kulinernya.  Selain ingin memiliki usaha sampingan, saya juga suka ngemil siomay (dan dimsum). Saya melihat, prospek usaha kuliner di Gresik cukup bagus.

Keinginan saya untuk membuka usaha itu mendapat tanggapan positif dari istri. Dia bahkan menyarankan, jika ingin belajar usaha sebaiknya dimulai dari usaha yang risikonya kecil. Menjadi reseller produk makanan, adalah pilihan tepat.

Pertimbangan lainnya,  agar istri memiliki aktivitas usaha, tetapi masih bisa punya banyak waktu mengasuh anak. Maklum, istri saya sudah resign dari ASN sejak Januari 2020. Apalagi untuk transaksinya dilakukan secara online, sehingga relatif aman saat pandemi.

Langkah pertama yang saya lakukan adalah mencari informasi tentang cara menjadi reseller LASSOMAY. Kemudian mencari alat-alat apa yang diperlukan, serta transporter apa yang paling murah dan cepat untuk pengiriman dari stock point LASSOMAY di Bekasi.

Sebenarnya ada 8 kota stockpoint, tetapi waktu itu kami diarahkan ke Bekasi karena dekat dengan stasiun antar.  Kekhwatiran kami yang utama adalah terkait dengan pengiriman. Sebab siomay harus dalam kondisi beku (freeze), dan tahan di area non-freeze maksimal hanya 2 hari saja.

Maka dengan ucapan bismillah, kami memulai usaha tersebut pada akhir Juli 2020. Awalnya kami mulai dengan mencoba membeli 50 pack frozen siomay,  terdiri dari Siomay Original, Siomay Mix dan Siomay Telur. Untuk promosiny,a kami memanfaatkan WA Group, IG Story, dan berbagai grup di sosial media khusus kuliner di Gresik.

Strategi kami berhasil, dalam tempo kurang dari sepuluh hari, 50 pack habis  tak tersisa. Alhamdulillah, banyak testimoni yang bagus dari para pembeli perdana kami itu. Kami pun terus menambah jumlah pembelian pack LASSOMAY. Dalam tempo 3 bulan, kami sudah mampu menjual hampir 300 pack untuk pasar Gresik dan Surabaya.

Kami terus berusaha untuk meningkatkan kualitas usaha. Kami berencana menambah variasi komoditas yang kami jual, agar lapak kami bisa cepat memiliki rating yang bagus. Untuk awalan, kami akan menjual kopi susu dengan merk DarkSoo Coffee. Kami bermitra dengan teman kuliah, yang berhasil membuat mesin roasting coffe lokal.

Langkah berikutnya adalah usaha kuliner dengan konsep repacking, pengemasan  usaha kuliner dengan kemasan menarik. Kami optimis, usaha sampingan kami ini bisa berjalan dengan baik, dengan tanpa mengorbankan jam kerja di perusahaan tempat saya mencari nafkah selama ini. (***)

*) Penulis adalah alumnus Teknik Mesin ITS, tinggal di Gresik, saat ini bekerja di Petrokimia Gresik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here