Kari Testis Kambing Banyak Diminati Wisatawan Lelaki Saat Berkunjung ke Burma

0
27
Kari Testis Kambing (Foto: Leo Jackson – Myanmar Mix)

gemahripah.co – Ketika waktu makan siang tiba, beberapa wisatawan dan penduduk lokal yang mayoritas lelaki, memenuhi Aung Pyae Phyo, restoran India kecil di 37 Street, Yangon. Zaw Naing (42), pemilik restoran itu dan pembantunya yang masih remaja terlihat sibuk melayani pengunjung.

Di restoran mungil dengan langit-langit rendah itu terlihat bersih dengan pencahayaan terang. Menu-menu dalam bahasa Burma dan Inggris terpampang di dinding. Sesekali pengunjung mendiskusikan menu apa yang akan mereka pilih.

Menurut Zaw Naing, seperti dilansir oleh Myanmar Mix, menu andalan di restorannya adalah kari testis kambing. Dalam bahasa  Burma nama makanan itu diucapkan dengan “figh tin bau”, yang arti harfiahnya adalah “bola perang”.

“Makanan ini baik untuk vitalitas pria, agar tidak mudah loyo. Sangat bagus,” ujarZaw Naing

Zaw Naing juga merekomendasikan kepiting, meskipun semua pengunjung yang didominasi lelaki itu menginginkan kari testis kambing.

Penyajian di Aung Pyae Phyo kental dengan elemen India selatan, asal-usul Zaw Naing. Beberapa detik setelah pengunjung duduk,  pelayan segera menyuguhkan hidangan pembuka yang disajikan dengan thali (ompreng bulat khas India).

Di atas kompartemen thali tertata nasi, kari kentang, labu, kedelai, wortel, dan acar tomat, dengan harga antara 2.000 – 4.000 kyat (Rp18.500 – Rp37.000). Hidangan utama juga keluar dalam hitungan detik. Menu utama tersebut di antaranya adalah berbagai olahan ayam, bebek, kambing, patin, dan lele. Tapi yang paling dinanti oleh lelaki pengunjung  Aung Pyae Phyo adalah kari testis kambing.

Zaw Naing lahir dari keluarga pengusaha restoran. Dia melanjutkan tradisi keluarga dalam memenuhi kebutuhan pangan penduduk Yangon. Neneknya memulai usaha kuliner dengan mendirikan restoran di 29th Street pada tahun 1970. (GR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here