Jika Melewati Nganjuk, Cobalah Nasi Becek dan Kuliner Lainnya yang Menggoda

0
6
Nasi Becek dan sate kambing. (Foto: Udi Suhandoro)

gemahripah.co – Di Nganjuk, Jawa Timur, ada beberapa obyek wisata menarik. Yang paling populer tentu saja Sedudo, obyek wisata air terjun dengan tinggi mencapai 105 meter, yang terletak di lereng Gunung Wilis itu. Tapi ternyata di Kota Angin tersebut memiliki puluhan obyek wisata menarik. Sebut saja misalnya Waduk Perning, Coban Unut, Grojogan Roro Kuning, Candi Ngetos, Bukit Watu Songgong, dan banyak lagi.

Selain obyek wisata alam dan budaya, Nganjuk juga menawarkan banyak pilihan wisata kuliner yang tersebar di berbagai lokasi. Ada Bebek Korek di Jl. Ahmad Yani, Krupuk Pecel Jl. Merpati, Asem-asem Kambing di Desa Gampang, Kecamatan Nglayu, Nasi Jagung Sedudo dan Nasi Becek.

Di antara puluhan kuliner Kabupaten Nganjuk itu, yang paling populer adalah Nasi Becek. Jika Anda sedang berkunjung ke Kota Nganjuk, cobalah untuk lewat di Jl. Dr. Sutomo, Jl. Dieng,  Payaman, dan Jl. Diponegoro.

Di jalan-jalan tersebut Anda akan menemukan beberapa kedai makan yang menjual Nasi Becek.  Salah satu yang melegenda adalah “Nasi Becek Bu Suprapti”, yang terletak di Jl. Dr. Sutomo. Konon warung tersebut mulai berjualan sejak tahun 1940.

Nasi Becek menggunakan berbagai jenis bumbu, utamanya rempah-rempah seperti kencur, jinten, pala, kapulaga, sere, lada, ditambah dengan bawang merah dan bawang putih.

Karena menggunakan bahan dasar daging kambing dan berkuah kental, sekilas makanan ini mirip gule. Hanya saja disajikan dengan irisan kol, kecambah dan seledri, yang diletakkan di atas nasi putih. Setelah itu kemudian disiram dengan kuah yang berisi potongan daging kambing dan jerohan. Seperti halnya gule, pasangan Nasi Becek adalah sate kambing.

Setelah berkungjung ke Nganjuk dan ingin membawa oleh-oleh, cobalah mampir ke Pasar Kliwon yang terletak di Kecamatan Rejoso.  Pasar tradisional itu menawarkan beberapa makanan khas Nganjuk, di antaranya adalah Dumbleg, Onde-onde Ketawa dan Getuk Pisang.

Dumbleg adalah camilan yang dibuat dari tepung beras sebagai bahan dasarnya. Tepung beras tersebut diolah dengan santan dan gula merah atau gula putih. Setelah adonan siap, dibungkus  pelepah pinang yang sudah dikeringkan, kemudian ditanak. Pengunaan gula merah atau gula putih menjadikan Dumbleg Merah atau Dumbleg Putih, yang masing memiliki ciitarasa yang berbeda.

Onde-onde Ketawa,  bentuknya seperti onde-onde dari daerah lain, hanya saja terbelah dan tanpa isi, sehingga mirip bentuk mulut yang sedang tertawa. Untuk Gethuk Pisang, tidak jauh berbeda dengan gethuk pisang dari Kediri. (Made Wirya)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here