Jangan Leroban, Makanan Khas Banyuwangi yang Hanya Bisa Ditemukan di Rumah Suku Using

0
47
Jangan Leroban. (Foto: Kompas.com – Ira Rachmawati)

gemahripah.co – Ketika jalan-jalan ke Banyuwangi dan ingin mencoba kulinernya, yang terlintas di benak Anda bisa jadi adalah Rujak Soto dan Nasi Tempong. Padahal ada beberapa makanan  Banyuwangi yang masih belum banyak diketahui oleh masyarakat. Jangan Leroban adalah salah satunya.

Jangan Leroban merupakan sayur yang dibuat dengan bahan dasar jantung pisang yang masih muda dan daun pakis. Jangan Leroban merupakan sayur  khas Suku Using yang tinggal di Desa Licin, Kecamatan Licin, banyuwangi.

Tidak seperti Rujak Soto dan Nasi Tempong yang banyak dijual di berbagai warung nasi dan restoran, Jangan Leroban makanan rumahan yang dikonsumsi sendiri. Jadi tidak mudah untuk mencarinya, jika Anda ingin mencobanya. Kecuali Anda bertandang ke salah satu keluarga Suku Using, dan mereka memasaknya.

Menurut Ratih Puspa, salah satu warga Desa Licin yang sering memasak sayur tersebut, untuk membuat Jangan Leroban hanya dibutuhkan potongan lengkuas yang digeprek,  serai, cabai rawit, daun singkil dan air sisa pembuatan minyak kelapa.

Lebih lanjut Ratih menyampaikan, pada saat pembuatan minyak kelapa, bagian minyak dan ampas diangkat dan disaring. Air yang tertinggal dibuat untuk bahan Jangan Loroban, sedangkan ampas minyak kelapa yang disebut blotong, dibuat sambal.

“Jangan Loroban tidak perlu pakai bawang merah atau bawang putih. Hanya lengkuas, serai dan cabai utuh. Isi sayurnya boleh apa saja, tapi yang sering ya pakai jantung pisang,” ujar Ratih Puspa, seperti dikutip dari Kompas.com.

Tapi yang tidak boleh dilupakan adalah daun singkil. Sebab daun ini, kata Ratih merupakan penyedap rasa.

“Fungsinya sama seperti daun salam, hanya daun singkil bentuknya seperti daun sirih tapi lebih lemas dan tumbuh liar di sekitar sini,” jelasnya, seperti dikutip dari media yang sama.

Lebih lanjut Ratih menyampaikan, jantung pisang dan daun pakis dipotong-potong, dimasukkan ke dalam air sisa pembuatan minyak kelapa dan dimasak hingga matang.

Pasangan untuk sayur ini adalah Sambal Blotong, yang dibuat dari blotong yang dicampur dengan cabai dan batang serai yang sudah dihaluskan.

“Lebih nikmat disajikan dengan nasi hangat dan lauk pepes ikan laut, tahu tempe dan gimbal jagung,” ujar Ratih.

Kuah Jangan Leroban, paparnya, bening pekat karena tidak menggunakan santan. Tapi rasa gurih dari kelapa masih sangat dominan.

“Sudah jarang orang memasak jangan leroban. Karena masyarakat sekarang lebih memilih menggunakan minyak kelapa di pasaran dari pada membuat sendiri di rumah,” pungkasnya. (GR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here