Berbagai Jenis Madu dan Manfaatnya

0
178
(foto: Buram Honey)

gemahripah.co – Selama disimpan di tempat yang dingin, tidak terkena air dan bau apa pun, madu alami adalah sumber makanan yang paling tahan lama. Madu alami adalah makanan yang menyehatkan. Menurut para ahli, idealnya seseorang mengonsumsi lima kilogram madu dalam setahun. Karena madu alami memiliki kontribusi 80 persen untuk pembaruan sel.

Seperti dilansir oleh Buram Honey, jenis madu alami diberi nama sesuai dengan serbuk sari lebah madu dan wilayah di mana madu diambil. Jenis madu juga dinamai sesuai dengan kepadatan nektar tanaman. Madu kastanye, madu akasia, madu bunga, madu linden dan madu hutan hitam, penamaannya dari nektar tanaman.

Madu Kastannye (Chestnut)

Madu kastanye berwarna coklat tua dan rasanya agak pahit, memiliki rasa dan aroma khas  kastanye. Madu kastanye dikenal karena sifat antiseptiknya. Pohon kastanye yang tingginya sekitar 30 meter, berbunga pada setiap bulan Juni dan Juli. Lebah madu mengumpulkan serbuk sari dan nektar serta sekresi dari kastanye.

Lebah juga berkontribusi pada produksi kastanye dengan menyediakan penyerbukan sambil mengumpulkan nektar dari kastanye. Warna madu kastanye gelap seperti buah kastanye. Proses kristalisasinya lambat, dan ketika mengkristal membentuk butiran yang sangat halus.

Madu kastanye kaya akan vitamin B dan C, bermanfaat untuk memperkuat otot, mengatur sirkulasi darah, meredakan kelelahan perut dan hati, serta memperkuat sistem kekebalan tubuh. Madu kastanye membawa efek positif pada sistem pernapasan dan pencernaan.

Madu Akasia

Madu akasia mungkin salah satu madu yang paling tidak populer di antara jenis madu lainnya. Madu alami ini tumbuh di lingkungan alami dengan caranya yang unik, dan memiliki struktur yang sangat berbeda. Madu yang rasanya manis ini biasanya dipanen pada bulan April dan Mei.

Madu akasia memiliki aroma yang unik, tahan lama, dan sering digunakan untuk metode terapeutik. Secara umum, madu akasia bermanfaat untuk melawan difteri, pertusis, tuberkulosis, maag dan beberapa penyakit kulit.  Selain itu, madu ini memiliki dampak yang sangat kuat pada penyembuhan penyakit paru-paru.

Madu Pinus

Makhluk hidup di pinus membentuk ekskresi yang mereka peroleh dari esensi pohon pinus. Ekskresi ini menggantung pada leher pohon pinus seperti tali. Ekskresi pinus, yang ditemukan pada pertengahan Agustus, diambil oleh lebah dan berubah menjadi madu alami dengan enzim yang dikeluarkan oleh lebah. Lebah pekerja akan menempatkan madu ini langsung ke sarang madu.

Madu pinus banyak dijumpai di hutan pinus di Turki, di wilayah Mediterania dan Aegean. Hampir semua produksi madu pinus dunia dilakukan di Turki.

Madu pinus adalah madu berkualitas dengan aroma sari pinus. Fitur terbesar dari madu pinus adalah tahan selama bertahun-tahun tanpa membeku dan rusak. Madu pinus biasa digunakan sebagai tambahan dalam bahan makanan, karena  bisa membantu meningkatkan masa simpan yang lebih lama.

Madu pinus menjaga karakteristik aroma dan citarasa pohon pinus selama bertahun-tahun. Madu ini bermanfaat untuk mengatasi gangguan sistem pernapasan dan pencernaan, terutama untuk gangguan tenggorokan.

Madu Bunga

Madu yang diproduksi oleh lebah dengan mengambil nektar dari bunga disebut madu bunga. Sebagian besar madu alami yang diproduksi di dunia, baik dari dataran rendah maupun tinggi, adalah madu bunga. Dalam kehidupan sehari-hari, jenis madu yang paling banyak dikonsumsi adalah madu bunga dataran tinggi.

Kualitas madu bunga alami tergantung langsung pada nektar. Lebah biasanya mengumpulkan nektar hanya dari satu jenis bunga saja. Jadi mereka terus mengumpulkan nektar dari jenis bunga yang sama, setelah nektar pertama. Mereka mengunjungi bunga yang sama, bukan bunga yang lainnya.

Madu bunga mengkristal dari waktu ke waktu. Madu ini tidak hanya memiliki satu rasa seperti madu lainnya. Rasa bunga yang dikunjungi lebah lebih dulu, mendominasi rasa madu bunga.

Mengkonsumsi madu bunga secara rutin, bermanfaat mengatur dan cukup efektif dalam memperkuat sistem saraf. Satu atau dua sendok makan madu bunga setiap hari, sudah cukup untuk memenuhi sebagian besar kebutuhan energi harian kita. (GR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here