Koperasi Mitra Jaya Lumpur Inginkan Masing-Masing Anggotanya Memiliki Usaha Sendiri

0
51
Bendahara Koperasi Mitra Jaya Lumpur, Zakiyatul Fitriya, di depan kantornya yang terletak di Kompleks Terminal Bus Wisata Religi Maulana Malik Ibrahim. (Foto: gemahripah.co)

gemahripah.co – Jarum jam menunjuk pukul 7 pagi, Terminal Bus Wisata Religi Maulana Malik Ibrahim terlihat lengang. Sejak terjadi pandemi, terminal yang terletak di pesisir Kelurahan Lumpur, Gresik tersebut, memang tidak seramai dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Dari arah timur, Ahmad Ali Romadhon (30) masuk ke dalam terminal yang cukup luas itu. Setelah tepat berada di depan deretan ruko, dia memarkir sepeda motor matic-nya. Lajang yang tinggal di Jl. Sindujoyo itu bergegas masuk ke kantor Koperasi Mitra Jaya Lumpur.

Bangunan  Koperasi Mitra Jaya Lumpur berukuran 3 x 6 meter, yang dibagi menjadi dua ruang berukuran sama. Satu untuk kantor, satunya lagi dipergunakan sebagai gudang tempat menyimpan lobster hidup yang dimasukkan ke dalam bak berisi air laut dengan ukuran 1,5 x 1,5 meter.

Tidak lama kemudian, Zakiyatul Fitriya (25) menyusul masuk kantor. Perempuan berseragam oranye yang menjadi bendahara koperasi itu membereskan beberapa berkas. Setelah meneguk air putih dari gelas di mejanya, dia dan Ali terlibat dalam diskusi kecil mengenai program kerja ke depannya.

Di dalam kantor koperasi milik Karang Taruna Kelurahan Lumpur yang tidak begitu luas itu hanya ada 2 meja kerja, masing-masing memiliki 1 set perangkat komputer. Di dinding sisi timur berderet berkas yang disimpan rapi di dalam ordner dengan warna seragam. AC setengah PK yang menempel di dinding atas sisi barat, menyejukkan udara di dalam ruangan.

“Koperasi yang kami kelola ini mulai berdiri sejak tahun 2014. Bermula dari pembicaraan antara Staf Humas Petrokimia Gresik dengan Karang Taruna kelurahan Lumpur. Kemudian Manajemen Petrokimia Gresik  menginisisasi dan mengembangkan menjadi koperasi yang profesional,” ujar Ali, yang menjabat sebagai ketua sejak tahun 2018.

Ahmad Ali Romadhon, Ketua Koperasi Mitra Jaya Lumpur berharap anggotanya memiliki usaha sendiri. (Foto: gemahripah.co)

Ketua koperasi yang pertama dijabat oleh Wahyu Setiawan. Setelah hampir setahun tidak memiliki banyak aktivitas,  tahun 2015 mereka mendapat peluang usaha dari Petrokimia Gresik.

“Kami diminta untuk memasok tenaga kerja. Awalnya memasok 5 tenaga kerja yang dipekerjakan sebagai tenaga cleaning service,” jelas Ali.

Belakangan terus bertambah hingga mencapai 10 tenaga kerja. Selain itu mereka juga memasok 13 tenaga kerja, dipekerjakan di Terminal Bus Wisata Religi Maulana Malik Ibrahim.

Untuk mengembangkan usaha, utamanya dalam hal permodalan, mereka mendapatkan kucuran dana pinjaman dari program kemitraan CSR Petrokimia Gresik. Ali mengakui, selain bantuan modal, Petrokimia Gresik juga mengadakan pelatihan untuk anggota koperasi.

“Ada pelatihan dasar, seperti tentang K3, teknik perbaikan AC, dan banyak lagi. Kami ingin pelatihan itu berkelanjutan sehingga anggota kami punya skill yang mumpuni. Kami juga berharap agar tidak hanya sampai di situ, tapi juga pelatihan tentang kewirausahaan,” katanya.

Ali menyampaikan, pihaknya menginginkan anggota koperasi yang saat ini berjumlah 69 orang dengan usia produktif antara 17 hingga 40 tahun itu, juga bisa mandiri. Dia berharap mereka bisa membuka usaha sendiri.

“Untuk bantuan permodalan dari CSR Petrokimia Gresik, kami mendapat pinjaman sebanyak dua kali. Yang pertama sebesar Rp15 juta, kemudian yang kedua Rp25 juta. Angsurannya sangat ringan. Alhamdulillah kami mampu mengangsurnya dengan lancar,” jelasnya.

Sebagian lobster yang siap dikirim ke pelanggan. (Foto: gemahripah.co)

Selain memasok tenaga, koperasi tersebut mengembangkan usaha perdagangan lobster, yang didapatkan dari nelayan Kelurahan Lumpur.

“Kami memasok lobster ke beberapa restoran, dan sebagian ke rumah tangga. Sementara ini untuk konsumen di Kota Gresik. Omzet perbulan dari penjualan lobster ini ya lumayan lah,” paparnya.

Ali berharap Petrokimia Gresik terus melakukan dukungan pada koperasi tersebut, agar usaha mereka bisa semakin berkembang. Tidak hanya dukungan permodalan, tapi juga pembekalan berbagai pengetahuan. (Made Wirya)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here