Dewi Cemara Kemang, Menghadirkan Suasana Musim Bunga Eropa di Kediri

0
274
(foto: Fajar Primazona)

gemahripah.co – Pada salah satu sudut hamparan warna-warni bunga, aneka sayur, buah dan tanaman pangan, menjulang ‘Menara Eiffel’. Sementara tidak jauh dari menara yang menjadi ikon Paris itu, kincir angin khas Belanda berputar ritmis. Foto-foto keindahan pemandangan tersebut akhir-akhir ini banyak beredar di media sosial.

Tapi jangan salah, pemandangan eksotik itu bukan di Eropa, tapi di Desa Kedungmalang, Kecamatan Papar, Kediri. Ya, obyek wisata itu ada di Provinsi Jawa Timur. Dari kota Kediri, obyek wisata tersebut berjarak 22 kilometer. Jika ditempuh dengan kendaraan bermotor hanya membutuhkan waktu sekitar 39 menit.

Obyek wisata seluas 2,1 hektar itu diberi nama “Dewi Cemara Kemang”, akronim dari Desa Wisata Cerdas Ramah Sejahtera Kedungmalang. Menara serupa Eiffel setinggi 8 meter tersebut dibuat dari bambu, dengan daya tampung maksimal 6 orang.

Pada beberapa titik masih ada lagi gardu pandang dengan tinggi  4 dan 6 meter. Pengunjung bisa melihat crop circle yang membentuk ornamen hati di tengah, dengan tulisan “Cetar”, dan “Jawa Timur” di atasnya. Cetar adalah jargon yang diusung oleh Khofifah untuk Program Nawa Bhakti Satya.

Dewi Cemara Kemang diresmikan oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawangsa, berbarengan dengan pembukaan Gelar Inovasi dan Teknologi Tanaman Pangan dan Hortikultura, pada Kamis (7/8).

Baca juga: Khofifah Berharap Teknologi Pertanian Jadi Pengungkit Nilai Tambah Percepat Penyejahteran Masyarakat Jatim.

Menurut Satoto Berbudi, Kepala UPT Pengawasan dan Sertifikasi Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura (PSBTPH) Jawa Timur, di desa wisata tersebut terdapat 260 varietas tanaman dari berbagai komoditas.

“Untuk yang luas 2,1 hektar  khusus untuk gelar varietas. Artinya kita mensosialisasikan varietas unggul baru kepada petani. Karena ada Program Nawa Bhakti Satya Ibu Gubernur, yang berkaitan dengan Dewi Cemara Kemang, maka kegiatan kami kita sentuhkan. Kebetulan desa (Kedungmalang) juga merespon itu,” ujarnya.

Tanpa peran desa, lanjutnya, kegiatan ini tidak bisa berjalan dengan baik. Selanjutnya akan ada 0,7 hektar yang akan diteruskan oleh Desa Kedungmalang, utamanya areal hortikultura. Sejak peresmiannya, desa wisata tersebut diserahkan ke Desa Kedungmalang.

Satoto menyampaikan bahwa sebutan yang tepat untuk desa wisata itu bukan agrowisata, melainkan agroedukasi. Karena kegiatannya adalah sosialisasi varietas unggul baru yang bisa dipilih oleh petani. Tapi sentuhannya dikemas layaknya obyek wisata.

“Kami mulai mengerjakannya sejak April 2019. Untuk bunga akan terus bergulir, karena bunga akan menjadi benih untuk ditanam lagi. Tergantung dari desa yang akan mengolalanya. Kami sudah melakukan edukasi pada kelompok tani agar bisa meneruskan dengan baik,” paparnya.

Obyek agroedukasi yang terletak di pinggir jalan yang menghubungkan Papar ke Pujon itu, dilengkapi dengan fasilitas parkir dan pujasera. Pengunjung obyek wisata tersebut bisa berjalan menyusuri pematang di antara berbagai jenis bunga aneka warna. Mereka juga bisa menikmati hamparan padi yang siap panen, dan suburnya berbagai tanaman buah dan sayur siap petik.

Beberapa pengunjung tampak berswafoto di  gardu pandang, dengan latar belakang circle crop. Sementara  pengunjung lainnya sibuk mengunggah foto-foto hasil bidikan mereka di Instagram dan facebook.

Rina Agustina, pengunjung yang tinggal di Kota Kediri, menyampaikan kekagumannya. Gadis muda yang datang dengan beberapa temannya itu mengakui keindahan pemandangan obyek wisata tersebut.

“Yang paling indah jika difoto dari gardung pandang yang paling tinggi, Saya bisa melihat seluruhnya. Baru kali ini di Kediri ada wisata sepeti ini,” katanya.

Hanya saja, kesadaran pengunjung akan keselamatan mereka masih kurang. Gardu pandang yang semestinya untuk kapasitas maksimal 6 orang, digunakan oleh lebih dari 10 orang. Beberapa kali petugas memperingatkan mereka melalui pengeras suara, tapi masih saja ada yang terus berswafoto. (Made Wirya)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here