Tujuh Rumah Sakit Milik BUMN Bentuk Holding di Bawah Pertamedika IHC

0
15
(Foto: Pertamedika)

gemahripah.co –  Tujuh rumah sakit  milik BUMN membentuk holding di bawah Pertamedika IHC. Penandatanganan akta jual belinya dilakukan di Synergy Lounge Kementerian BUMN, Jakarta Pusat, Jumat (7/8/2020).

Dalam sambutannya, Menteri BUMN Erick Thohir menyampaikan bahwa penandatanganan akta jual beli ini merupakan tindak lanjut dari pengembangan Rumah Sakit BUMN secara bersama dalam grup IHC (Indonesia Healthcare Corporation).

Hal tersebut, kata Erick dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (8/8/2020), berpotensi meningkatkan peran dalam ketahanan kesehatan nasional melalui 4 objektif strategis. Yaitu, penyediaan layanan kesehatan berkualitas, peningkatan jaringan dan skala, pengembangan kapabilitas dan inovasi, serta integrasi dan kolaborasi ekosistem kesehatan nasional.

“Dengan semangat yang sama, yaitu memudahkan dan melayani masyarakat Indonesia, saya berpikir bahwa seharusnya seluruh RS milik BUMN dapat dikelola secara profesional dan transparan, dan dipimpin oleh orang yang memiliki expertise di bidang kesehatan,” tegasnya.

Ini semua, lanjut Erick,  sesuai dengan Value of Synergy and Value of Creation dan dapat menuju Go Global, yang ditempuh dengan pertukaran tenaga medis ke luar negeri sebagai transfer knowledge.

Erick berharap rumah sakit milik BUMN dapat bekerjasama, membangun ekosistem kesehatan yang baik dengan rumah sakit-rumah sakit swasta, daerah, dan tentunya memprioritaskan produk-produk dalam negeri.

“Saya yakin, Insya Allah dengan adanya langkah-langkah peningkatan dan penguatan rumah sakit BUMN ini, dampak virus Corona terhadap Indonesia dapat kita lalui bersama,” ujarnya.

Penandatanganan akta jual beli antara tujuh rumah sakit  milik BUMN dan Pertamedika IHC merupakan bagian dari roadmap pembentukan holding rumah sakit BUMN. Hal ini dimulai sejak tahun 2018, melalui pengambilalihan saham mayoritas Rumah Sakit Pelni.

Pertamedika IHC merupakan salah satu anak perusahaan PT Pertamina (Persero) yang bergerak  di bidang layanan kesehatan. Sejak tahun 2017 berdasarkan keputusan Menteri BUMN, Pertamedika IHC ditunjuk menjadi operatorship holding Rumah Sakit BUMN.

Sebelumnya, pada 30 Juni lalu Pertamedika IHC secara resmi mengambil alih saham 7 rumah sakit milik BUMN sebagai bentuk tindak lanjut dari rencana Menteri BUMN Erick Thohir untuk mengkonsolidasikan rumah sakit milik  BUMN ke dalam holding.

BUMN tersebut adalah PT Krakatau Steel (Persero) Tbk sebagai pemegang saham PT Krakatau Medika; PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) sebagai pemegang saham PT Rumah Sakit Pelabuhan; PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) sebagai pemegang saham PT Pelindo Husada Citra; PT Perkebunan Nusantara X sebagai pemegang saham PT Nusantara Medika Utama.

Dalam menghadapi rangkaian proses aksi korporasi, Pertamedika IHC didampingi oleh PT Danareksa Sekuritas beserta konsultan pendukung lainnya. Pertamedika IHC selaku holding rumah sakit BUMN akan menempati peringkat dua grup rumah sakit dengan jaringan terbesar di Indonesia dengan

Secara konsolidasi, grup rumah sakit  BUMN diestimasikan memiliki pendapatan usaha mencapai Rp4,5 tilliun dengan total aset mendekati Rp5 trilliun. (Made Wirya)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here