Talas Beneng Kini Semakin Diminati Pasar Luar Negeri

0
52
Umbi Talas Beneng. (Foto: Humas Kementerian Pertanian)

gemahripah.co – Akhir-akhir ini daun kering Talas Beneng semakin diminati pasar luar negeri. Menurut data dari Asosiasi Pelaku Usaha Talas Beneng (Asputaben) Kota Cilegon, sudah ada permintaan komoditas ekspor tersebut sebanyak 340 ton dari Australia, Malaysia dan New Zealand.

Untuk daun basahnya, ada permintaan  370 ton dari Belanda dan Korea Selatan, sedangkan permintaan umbi kering sebanyak 100 ton dari India dan Turki. Selama ini pemenuhan kuota permintaan ekspor dipenuhi dari daerah lain. Untuk itu, diperlukan perluasan lahan tanam di kota Cilegon.

Menurut Kepala Karantina Pertanian Cilegon Arum Kusnila Dewi, dalam keterangan tertulis, pihaknya telah berkolaborasi dengan Asputaben Kota Cilegon dalam upaya  pemenuhan kuota permintaan Talas Beneng lokal asli Cilegon. Strateginya adalah dengan menambah luas lahan tanam.

“Di Kota Cilegon ada lahan perbukitan seluas 4.000 hektar, sedangkan lahan datar ada 1.100 hektar untuk persawahan padi dan lainnya. Ayo kita manfaatkan lahan tidur ini,” ujarnya saat berkunjung ke Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon, Rabu (25/11/2020).

Arum menjelaskan, Talas Beneng banyak tumbuh di hutan gunung karang Kabupaten Pandeglang. Pada habitat aslinya, Talas Beneng merupakan tanaman liar yang tumbuh dibawah pohon tinggi.

“Sampai saat ini Kota Cilegon belum pernah mengekspor komoditas pertanian lokal, bahkan ekspor produk turunan Talas Beneng melalui daerah lain. Kami yakin Cilegon mampu mengambil potensi ini, mengingat Talas Beneng mudah beradaptasi,” jelasnya.

Lebih lanjut Arum menyampaikan, dalam implementasi di lapangan Karantina Pertanian Cilegon akan membantu membuka pintu ekspor langsung dari Cilegon.

Karantina Pertanian Cilegon, tambahnya, akan memberikan bimbingan teknis terkait sanitari dan fitosanitari serta persiapan di lapangan untuk memenuhi standar persyaratan ekspor.

“Jika ini terwujud maka dalam kurun waktu 4 tahun ke depan, Provinsi Banten dapat memenuhi target program strategis Kementerian Pertanian yaitu Gerakan Peningkatan Tiga Kali Lipat Ekspor Produk Pertanian,” tegasnya.

Saat ini di Kota Cilegon talas beneng telah ditanam di beberapa kelurahan seperti di Kelurahan Gerem, Rawa Arum dan Grogol, dengan perkiraan 12.000 bibit. Tahun depan diperkirakan luas lahanya mencapai 5 hektar, atau setidaknya 50.000 batang. (GR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here