Restorasi Ekosistem Mangrove, Petrokimia Gresik Kembalikan Fungsi Hutan Mangrove di Kabupaten Gresik

0
301

gemahripah.co – Ekosistem mangrove pada beberapa lokasi di Indonesia saat ini mengalami ancaman degradasi. Selain disebabkan oleh gelombang besar, degradasi  juga  terjadi karena konversi lahan mangrove untuk pemanfaatan lain dan tata ruang yang belum mengakomodasi perlindungan kawasan mangrove.

Kerusakan hutan mangrove menyebabkan terjadinya abrasi pantai dan kesulitan air tawar karena intrusi air laut. Selain itu, dampak bagi masyarakat sekitar adalah semakin menurunnya tangkapan ikan dan terganggunya kegiatan budidaya ikan maupun udang.

Hutan mangrove Desa Tanjung Widoro di Pulau Mengare, Kecamatan Bungah, Gresik, merupakan salah satu hutan mangrove yang mengalami degradasi. Dampaknya adalah terjadi kerusakan tambak seluas ratusan hektar karena mengalami abrasi. Bahkan abrasi yang terjadi di desa yang terletak sekitar 16 kilometer dari pusat kota Gresik itu, sudah mendekati pemukiman warga.

Berbagai upaya dilakukan tapi selalu mengalami kegagalan. Sehingga dilakukan upaya yang lebih masif, agar ekosistemnya kembali pulih dan terjaga. Desa tersebut kemudian dijadikan Pusat Restorasi dan Pembelajaran Mangrove (PRPM).

Restorasi ekosistem mangrove di desa tersebut, melibatkan  masyarakat yang tergabung dalam Pokmaswas (Kelompok Masyarakat Pengawas) Tanjung Widoro. Pelaksanaan restorasinya didampingi oleh Lembaga Konservasi & Penelitian “Agrie Conservation” dan CSR PT Petrokimia Gresik (PG), sejak April 2018.

Menurut Pts. General Manager Umum PG, Nanang Teguh S, restorasi mangrove di Desa Tanjung Widoro dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama pada bulan April-Mei 2018, disusul kemudian tahap kedua pada November-Desember 2018.

“Pada tahap pertama, kami membuat program community based mangrove rehabilitation, ecological mangrove restoration seluas 4,5 hektar, pembangunan MCK (mandi cuci kakus), dan penyusunan masterplan,” jelasnya.

Pada tahap kedua, papar Nanang, pihaknya membangun fasilitas pendukung berupa gazebo, jembatan pemantau mangrove dan aula. Selain itu juga dibuat pemecah gelombang dan penanaman mangrove di belakangnya.

“Jembatan sepanjang 200 meter yang kami bangun difungsikan untuk memantau aktivitas rehabilitasi mangrove. Gazebo ukuran 2×2 meter sebanyak 5 unit, untuk mendukung aktivitas pembelajaran bagi pengunjung,” ujarnya.

Sedangkan untuk aula, lanjutnya,  dibuat model panggung dengan ukuran 6×12 meter. Aula tersebut dimanfaatkan untuk tempat pembelajaran dan pertemuan.

“Inovasi pemecah gelombang yang kami bangun berkonsep Hybrid Engineering (HE). Konsep ini  merupakan salah satu pendekatan perlindungan pantai, dengan tujuan mengembalikan erosi secara alami,” tegas Nanang.

Inovasi pemecah gelombang dengan berkonsep Hybrid Engineering. (foto: CSR Petrokimia Gresik)

Bangunan HE, lanjutnya,  berupa bendungan parmeable yang terbuat dari bahan-bahan seperti bambu, kayu, pipa paralon, dan ranting pohon.

“Struktur parmeable berfungsi untuk mengembalikan kondisi pantai melalui proses sedimentasi alami, sehingga kondisi hidrodinamika dan ekologi kembali seperti semula, dan merangsang pertambahan lahan yang sebelumnya terkena abrasi,” ungkapnya.

Nanang juga menyampaikan, kawasan PRPM Mengare memiliki potensi untuk dijadikan perkemahan dan aktivitas outbound. Dengan demikian  kawasan tersebut akan dikembangkan menjadi bumi perkemahan dan arena  outbound.

“Kabupaten Gresik hingga saat ini masih kekurangan alternatif wahana kegiatan lapangan bagi siswa sekolah, mahasiswa, dan masyarakat umum. PRPM Mengare yang lokasinya relatif tidak jauh dari kota dan memiliki hutan bambu alami, berpotensi untuk dijadikan camping ground dan outbound,” jelasnya.

Selain Mengare, kata Nanang, PG juga melakukan restorasi serupa  di Desa Pangkah Kulon, Kecamatan Ujung Pangkah dan Kali Lamong, Desa Sukerejo, Kecamatan Kebomas. Untuk yang di Desa Pangkah Kulon, pelaksanaannya pada tahun 2015 hingga 2016. Sedangkan untuk Kali Lamong, eksekusinya tahun 2018. (Made Wirya)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here