Phonska Plus dan Petro-Cas Tingkatkan Hasil Panen Padi di Pulau Masalembu

0
30
Panen padi demplot Phonska Plus dan Petro-Cas di Masalembu, Kabupaten Sumenep. (Foto: Istimewa)

gemahripah.co – Selama ini potensi pertanian padi di  Masalembu tidak banyak mendapatkan perhatian. Hal ini bisa dimaklumi, karena pulau yang masuk dalam wilayah Kabupaten Sumenep, Madura itu, produktivitas padinya rendah.

Menurut Devid Khoirul Mukhtar, Staf Penjualan Petrokimia Gresik wilayah Madura, dalam setiap hektar sawah di Masalembu hanya mampu menghasilkan panen padi sekitar 4 ton.

“Kondisi pH tanah sawah di Masalembu terbilang tinggi, dengan salinitas yang masuk dalam kategori payau. Dengan kondisi tanah yang seperti itu, tidak heran jika hasil panennya rendah,” ujarnya.

Selain itu, Devid juga mendapatkan data bahwa EC (ekectrical conductivity) tanahnya juga rendah. EC menunjukkan jumlah kandungan mineral atau unsur hara dalam tanah. Rendahnya angka EC menunjukkan rendahnya daya tanah dalam menyimpan mineral.

Dengan tingginya pH tanah pada sawah di Masalembo, terangnya, berakibat unsur hara mikro Fe, Mg, Br, Zinc kurang tersedia bagi akar tanaman. Salinitas tinggi berakibat terjadinya klorosis pada jaringan tanaman.

“Dari hasil diskusi dengan Pak Arif Firmanto (Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Sumenep), saya mendapatkan informasi bahwa pemkab Sumenep memang akan mengalakkan program tanam padi di Kecamatan Masalembu,” jelasnya

Dalam diskusi tersebut, Devid mengajukan permohonan untuk melakukan demplot (demonstration plot) untuk beberapa produk Petrokimia Gresik (PG), yang berkaitan dengan permasalahan yang dihadapi petani di pulau tersebut. Gayung pun bersambut, ternyata Arif Firmanto bersedia.

Devid kemudian melakukan koordinasi dengan unit promosi PG dan CV Makmur Sejahtera, distributor  PG untuk wilayah Kec. Masalembu. Langkah berikutnya adalah mengontak  BPP Masalembu untuk menentukan lokasi demplot, dan melakukan pengecekan kondisi tanah dengan mengukur pH, EC & salinitas.

“Setelah itu kami melakukan sosialisasi tentang beberapa produk kami kepada para petani, utamanya Phonska Plus dan Petro-Cas. Semula mereka pesimis karena belum mengenal sama sekali dua produk tersebut. Mereka tahunya hanya Urea, serta mengeluhkan tanah mereka yang payau, dan kekurangan air tawar untuk irigasi,” ungkapnya

Lokasi sawah yang dijadikan demplot milik Mustafa dan M. Albar di Dusun Mandar, Desa Sukajeruk, dengan luas  1 hektar. Setelah dilakukan pengecekan ternyata pH tanahnya tinggi, mencapai  pH 9,7. Angka EC rendah  hanya 0,3 us, dan salinitas (kadar garamnya) 0,5 ppt  atau payau.

“pH tanah yang ideal untuk pertumbuhan padi adalah 6,5 – 7,5. Untuk mencapai angka ideal itu, kami mengaplikasikan pembenah tanah Petro-Cas sebanyak 800 kg & Petroganik 500 kg. Dua produk tersebut diaplikasikan setelah lahan selesai digarap,” terangnya.

Devid mengungkapkan, setelah penggunaan Petro-Cas pH tanah menjadi 7,6, angka  EC menjadi 0,4 us, dan salinitas 0,3 ppt. Setelah permasalahan tanah bisa diselesaikan, dilakukan penanaman pada tanggal  25 Januari 2020, di mana pupuk yang diaplikasikan adalah 300 Kg Phonska Plus, 200 Kg Urea.

Dari panen yang dilakukan pada tanggal 5 Mei 2020, diketahui  ternyata hasilnya meningkat signifikan. Jika sebelumnya hanya 4,2 ton per hektar, meningkat 1,4 ton menjadi  5,6 ton per hektar.

Menurut Arif Firmanto, seperti dikutip matamaduranews.com, Selasa (5/5/2020),  ini pertama kali dalam sejarah Pulau Masalembu bisa sukses panen padi dengan masa waktu singkat dan produksi yang melimpah.

“Semoga dengan keberhasilan demplot di Pulau Masalembu, bisa merangsang para petani di Masalembu bersedia bercocok tanam padi. Sehingga dapat mencukupi ketahanan pangan di Pulau Masalembu, tidak tergantung dari kecamatan lain,” harap Arif, seperti dikutip dari media yang sama (Made Wirya).

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here