Petani Banyumas Terima 223 Paket Konverter Kit BBM ke BBG dari Kementerian ESDM

0
11
Paket Konkit yang dibagikan ke Petani Kabupaten Banyumas. (Foto: Humas ESDM)

gemahripah.co – Sebanyak 223 paket konverter kit (konkit) BBM ke BBG untuk mesin pompa air dibagikan kepada petani di 23 kecamatan di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Jumat (20/11). Paket tersebut terdiri dari 1 pompa air dan 1 tabung gas melon.

Menurut Sekretaris Direktorat Jenderal Migas Kementerian ESDM Iwan Prasetya Adhi, dalam keterangan tertulis, Senin (23/11/2020), Banyumas menjadi kabupaten pertama dalam Program Konversi BBM ke BBG untuk petani sasaran.

Iwan berharap para petani sasaran dapat memanfaatkan dan merawat dengan baik, serta tidak memperjualbelikan paket perdana ini, karena merupakan bantuan Pemerintah.

“Biasanya masa kritis (keuangan) itu menjelang tahun ajaran baru. Jangan dijual ya. Mudah-mudahan bantuan ini dapat berdampak pada perekonomian petani yaitu mengurangi biaya operasional sampai dengan 50%,” ujarnya.

Program ini, tambah Iwan, merupakan pelaksanaan Perpres Nomor 38 Tahun 2019 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Penetapan Harga LPG untuk Kapal Penangkap Ikan bagi Nelayan Sasaran dan Mesin Pompa Air untuk Petani Sasaran.

“Pelaksanaannya sejak 2019 sebanyak 1.000 paket. Kemudian pada tahun 2020 didistribusikan sebanyak 10.000 paket di 24 kabupaten/kota. Sedangkan pada tahun 2021, rencananya akan didistribusikan sejumlah 28.000 paket perdana,” jelasnya.

Lebih lanjut Iwan menyampaikan, tidak semua petani memperoleh bantuan ini. Untuk menerima paket perdana, harus memenuhi beberapa syarat. Yang berhak menerimanya adalah petani pemilik lahan dengan luas lahan maksimal 0,5 hektar, sedangkan untuk transmigrasi maksimal 2 hektar.

“Mereka harus menunjukan dokumen kepemilikan lahan, memiliki identitas petani yang direkomendasikan oleh kepala desa/camat, dan disahkan oleh kepala daerah dan atau kepala dinas pertanian setempat,” tegasnya

Selain itu, lanjut Iwan, memiliki identitas KTP, KK dan Kartu Tani, memiliki pompa air dengan mesin pengerak lebih kecil 6,5 HP. Mereka belum pernah menerima bantuan yang sejenis (mesin pompa air), dan mesin pompa air yang dimiliki sebelumnya berbahan bakar bensin.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Komisi VII DPR, Sugeng Suparwoto menyampakkan bahwa selain menghemat biaya bahan bakar, penggunaan LPG juga lebih ramah lingkungan.

“Ini sejalan dengan tuntutan dunia akan lingkungan yang bersih. Meskipun gas ini juga energi fosil, namun lebih bersih daripada bensin,” paparnya.

Penggunaan 1 tabung LPG, ungkap Sugeng, ekuivalen dengan 5 liter BBM. Dari sisi perawatan, mesin berbahan gas lebih mudah. Apabila terjadi kerusakan atau kendala terkait mesin pompa ini, Pemerintah juga telah menyediakan layanan purna jual.

Untuk menjamin ketersediaan LPG, Sugeng menyatakan akan melakukan pengecekan ketersediaan pasokan, baik di SPBBE maupun agen dan pangkalan.

Sementara itu, Wakil Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono yang hadir pada acara tersebut mengucapkan terima kasih atas bantuan Pemerintah tersebut.

“Terima kasih atas bantuannya. Ke depan tentu kita masih mengharapkan perhatian dan bantuan Pemerintah melalui program-program strategisnya,” katanya. (GR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here