Persiapan Vaksinasi Covid-19 yang Dilakukan Pemerintah Sudah Final

0
11
(Foto: Daniel Schludi @schluditsch)

gemahripah.co – Hal itu disampaikan oleh Vaksinolog Dirga Sakti Rambe dalam acara dialog produktif secara daring, dengan tema “Setelah Vaksin Datang, Apa yang Perlu Disiapkan?” di Jakarta, Senin (30/11/2020).

Dalam dialog yang diselenggarakan oleh Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) tersebut, Dirga menyampaikan bahwa pemerintah sudah melakukan berbagai persiapan.

“Mulai dari meninjau langsung fasilitas produksi vaksin di Tiongkok, melakukan uji klinik fase III di kota Bandung terhadap 1.620 relawan, hingga menyiapkan sistem satu data terintegrasi, guna memastikan kelancaran dan ketepatan sasaran vaksinasi nantinya,” ujarnya.

Program vaksinasi yang direncanakan pemerintah, lanjut Dirga, memang memerlukan persiapan matang. Namun, berbagai persiapan yang dibutuhkan sudah dilakukan dan semua itu guna memastikan kelancaran dan ketepatan sasaran vaksinasi nantinya.

“Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan juga sudah menyiapkan sumber daya manusia seperti dokter umum, dokter spesialis, perawat, bidan, dan vaksinator untuk mempersiapkan program vaksinasi. Namun di sisi lain, saya menekankan agar masyarakat juga harus mengetahui apa saja yang harus dipersiapkan saat vaksin datang,” paparnya.

Lebih lanjut Dirga menyampaikan, yang pertama perlu diketahui adalah vaksin itu produk biologis yang sangat rentan pada perubahan suhu.

“Oleh karena itu umumnya perlu disimpan pada suhu 2-8 derajat celcius, dan suhu ini harus dijaga dari pabrik sampai ke puskesmas. Ini yang disebut cold chain (rantai dingin),” jelasnya.

Kedua, tambah Dirga, Indonesia memiliki BUMN farmasi (Bio Farma) yang terpercaya untuk mendukung cold chain tersebut. Bio Farma sendiri, kata Dirga, telah memproduksi vaksin untuk diekspor ke 106 negara lebih, dan sudah diakui WHO.

“Sedangkan untuk proses distribusi vaksin di Indonesia dari Aceh hingga Papua, sudah menggunakan sistem cold chain yang baik, sampai ke pelosok negeri,” ungkapnya.

Menyoal program vaksinasi yang selama ini lebih dikenal juga dengan istilah program imunisasi, Dirga menyatakan Indonesia tak hanya sekali-dua kali saja melaksanakan program vaksinasi.

“Kelengkapannya juga sudah memenuhi standar. Misalnya cold box, itu sudah tersedia semua di Indonesia,” kata Dirga.

Terkait teknis vaksinasi Covid-19, Dirga mengingatkan kembali bahwa masyarakat yang akan mendapatkan vaksinasi nantinya adalah orang dalam kondisi sehat. Untuk vaksin Covid-19 sendiri, sementara ini hanya akan diberikan kepada orang dewasa dengan rentang usia 18-59 tahun.

“Nantinya, dokter atau tenaga kesehatan yang menjadi petugas, pasti akan melakukan pemeriksaan  sebelum diberikan vaksin. Yang penting pada hari tersebut kita merasa sehat secara umum,” tegasnya.

Dirga menambahkan, masyarakat juga tidak perlu khawatir dengan kejadian ikutan pascaimunisasi (KIPI), karena biasanya berdampak ringan dan segera sembuh dalam waktu satu sampai dua hari.

“Yang perlu masyarakat ketahui, manfaat vaksinasi itu jauh lebih besar dari efek sampingnya. KIPI itu mayoritas bersifat ringan seperti bengkak kemerahan di bekas suntikan, kemudian ada demam sebagai tanda vaksinnya bekerja,” ujarnya.

Dirga mengingatkan masyarakat bahwa vaksin tidak seketika memusnahkan pandemi, karena ada proses distribusi yang panjang, belum lagi jumlah penduduk Indonesia yang lebih dari 260 juta jiwa. Oleh karena itu, ia mengimbau masyarakat untuk tidak mengendorkan protokol kesehatan 3M (Memakai masker, Mencuci tangan, dan Menjaga jarak aman).

Dalam diskusi itu, Dirga juga menghimbau agar masyarakat mampu menyaring dan memastikan informasi yang benar terkait vaksin sebelum menyebarkannya.

“Karena sekarang banyak sekali informasi yang tidak benar. Vaksin apapun yang sudah mendapat izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), sudah dipastikan efektivitas dan keamanannya,” pungkas Dirga. (GR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here