Pemerintah Berupaya Kembalikan Pacet Sebagai Sentra Bawang Putih Lokal

0
10
Bawang putih Pacet dikenal memiliki kualitas terbaik dengan aroma khas yang sangat pedas. (Foto: Humas Kementerian Pertanian)

gemahripah.co – Kabupaten penghasil bawang putih di Jawa Timur adalah Magetan, Pasuruan, Probolinggo, Lumajang, Banyuwangi, Malang, Kota Batu, dan Mojokerto. Potensi lahan yang ditanami komoditas tersebut mencapai 8.651 hektar.

Bawang putih dari Kabupaten Mojokerto, dihasilkan oleh Kecamatan Pacet. Petani di kecamatan berhawa sejuk itu kebanyakan menanam bawang putih lokal varietas Lumbu Hijau.

Sebenarnya Pacet menjadi sentra bawang putih sejak tahun 1974. Tapi dengan membanjirnya bawang putih impor pada tahun 1996, berakibat pada tertekannya harga bawang putih lokal.

Situasi tersebut membuat banyak petani bawang putih  Pacet mulai beralih ke komoditas lain, seperti ubi, dan bawang merah. Padahal bawang putih Pacet dikenal memiliki kualitas terbaik dengan aroma khas yang sangat pedas.

Dalam keterangan tertulis, Selasa (15/9/2020), Direktur Jenderal Hortikultura Prihasto Setyanto menyampaikan, usaha tani bawang putih di Pacet awalnya merupakan salah satu sumber penghasilan yang diandalkan oleh petani.

“Rencana pemerintah untuk mengangkat kembali bawang putih lokal untuk mengurangi impor,  menjadi angin segar setelah lebih dari dua dekade petani tidak bertanam bawang putih secara luas,” ujarnya.

Menurut Prihasto, usaha pengembangan bawang putih nasional akan terus dikembangkan untuk mendorong substitusi impor dan mengantisipasi terjadinya inflasi.

Sementara itu,  Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto Teguh Gunarko mengatakan, adanya kebijakan budidaya bawang putih dari pemerintah, memacu semangat  petani di Pacet untuk kembali mengembangkan usaha tani komoditas tersebut.

“Pada 2020 ini di Kecamatan Pacet terdapat pertanaman seluas 109 hektar. Sebagian besar dikembangkan secara swadaya, bekerja sama dengan penangkar bawang putih,” jelasnya.

Pertanaman bawang putih di Pacet, ujar Teguh, tersebar di 6 desa yaitu Desa Sajen, Pasukan, Claket, Petak, Cepokolimo dan Kemiri.

“Areal pertanaman bawang putih saat ini mencapai 109 hektar, dengan pertanaman terluas di Desa Pacet yaitu seluas 32,05 hektar dan disusul Desa Petak seluas 27,10 hektar,” paparnya.

Lebih lanjut Teguh menyampaikan, hingga saat ini lebih kurang 27 hektar bawang putih di wilayahnya telah dipanen. Sedangkan 82 hektar lainnya diperkirakan terakhir panen pada Oktober 2020, dengan produktivitas berkisar 12 – 14 ton per hektar.

“Saya optimis dengan kondisi seperti saat ini dan dukungan dari pemerintah provinsi dan pusat, pertanaman bawang putih di Pacet dapat bertambah luas,” katanya.

Hal yang istimewa pada pertanaman di Pacet Mojokerto ini adalah bahwa sebagian besar pertanaman dilakukan di lokasi dengan ketinggian rata-rata 450 – 600 mdpl.  Selain itu, didukung pengairan yang tiada henti dan dengan pertimbangan musim yang tepat. (Made Wirya)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here