Pemerintah akan Salurkan Rp123,46 Triliun untuk Dukung Pelaku UMKM Melalui Program PEN

0
10
Kerajinan batik merupakan salah satu industri ekonomi kreatif di Yogjakarta. (Foto: Camille Bismonte @camerale)

gemahripah.co – Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) merupakan salah satu program yang disiapkan pemerintah untuk mengurangi dampak pandemi Covid-19 terhadap perekonomian.

Hal itu disampaikan oleh Deputi Bidang Industri dan Investasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif  (Kemenparekraf/Baparekraf), Fadjar Hutomo, saat menghadiri acara “Coaching Clinic Program Pemulihan Ekonomi Nasional”, di Hotel Royal Ambarrukmo, Yogyakarta, Senin (21/09/2020).

Dalam keterangan tertulisnya, Fajar menyampaikan bahwa sosialisasi program PEN mempertemukan pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif, khususnya usaha UMKM dengan Himbara (Himpunan Bank-bank Milik Negara) dan BPD.

“Sehingga para pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif bisa mendapatkan informasi sekaligus coaching clinic, soal bagaimana cara memanfaatkan program stimulus PEN. Agar usahanya dapat kembali bangkit dan tumbuh,” jelasnya.

Melalui kegiatan ini pula, lanjut Fadjar, diharapkan para pelaku usaha khususnya UMKM dapat mengetahui lebih jauh soal program PEN.

“Mereka juga diharapkan untuk memanfaatkan secara maksimal program yang disiapkan pemerintah, sebagai stimulus bantuan dalam bentuk modal kerja bagi pelaku industri pariwisata dan ekonomi kreatif yang terdampak Covid-19,” katanya.

Lebih lanjut Fadjar mengungkapkan, program PEN bertujuan melindungi, mempertahankan, dan meningkatkan kemampuan ekonomi para pelaku usaha dalam menjalankan usahanya selama pandemi.

“Untuk UMKM, program PEN diharapkan dapat membantu para pelaku UMKM dalam meningkatkan kinerja UMKM yang telah memberikan kontribusi pada perekonomian Indonesia,” paparnya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Akses Pembiayaan Kemenparekraf/Baparekraf, Hanifah Makarim, mengatakan bahwa coaching clinic tersebut dimaksudkan untuk lebih memperkenalkan secara luas kepada masyarakat, bahwa pemerintah telah mendukung pelaku parekraf melalui program PEN.

“Rencananya akan disalurkan untuk pelaku UMKM sebesar Rp123,46 triliun. Untuk tahap awal, pemerintah menempatkan dana di Himbara dalam bentuk deposito senilai total Rp30 triliun. Selain itu, penempatan uang negara juga dilakukan pada Bank BPD DIY sebesar Rp1 triliun,” ungkapnya.

Penempatan dana tersebut, tambah Hanifah, diharapkan mampu meningkatkan likuiditas perbankan untuk dapat menyalurkan kredit usaha-usaha produktif seperti bagi pelaku UMKM dan koperasi.

“Oleh karena itu, marilah kita manfaatkan program ini, sehingga pemulihan ekonomi nasional Indonesia dapat berlangsung dengan lebih cepat,” pungkasnya. (Made Wirya)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here