Pandemi Covid-19 Mengurangi Peluang Kerja Generasi Muda

0
12
Penutupan paksa pub, restoran, dan toko secara tidak proporsional memengaruhi pekerjaan anak-anak muda di Ingggris. (Foto: Murdo MacLeod / The Guardian)

gemahripah.co – Anak-anak muda di Inggris Raya meyakini bahwa masa depan mereka telah “dicuri” oleh pandemi Covid-19. Lebih dari setengahnya khawatir bencana global tersebut telah merusak masa depan mereka.

Menurut survei yang dilakukan oleh Hope not Hate, lembaga amal dan kelompok anti-rasisme, dua pertiga dari anak muda usia 16 hingga 24 tahun (Generasi Z), menyampaikan bahwa mereka terimbas secara ekonomi.

Seperti dilansir The Guardian, hal ini memunculkan kekhawatiran anak muda yang baru lulus kuliah, karena mereka  akan menganggur. Jika pun mendapat pekerjaan tapi dengan gaji yang rendah. Menurut hasil survei,  sebanyak 64% dari anak muda dalam kelompok itu merasa cemas.

“Pada tahap dewasa pertama, banyak yang merasa bahwa pandemi telah mencuri masa depan mereka,” ujar salah satu staf lembaga yang melakukan survei tersebut.

Sebuah penelitian yang akan dirilis minggu ini memperingatkan bahwa beberapa efek negatif sudah terlihat. Dari hasil penelitian tersebut, mereka yang tinggal di rumah atau flat, sebanyak 26% masih memiliki tabungan, 24% dirumahkan dan 18% kesulitan membayar sewa tempat tinggal mereka.

Hal ini menjadi peringatan bahwa orang muda rentan terhadap kejatuhan ekonomi yang terus berlanjut. Resolution Foundation Thinktank telah memperingatkan bahwa krisis ekonomi saat ini berisiko  600.000 anak berusia 18 hingga 24 tahun akan menjadi  pengangguran pada tahun mendatang. Selain itu juga berpotensi pada besaran gaji dan prospek pekerjaan dalam jangka panjang.

Menurut Rosie Carter, penulis laporan tersebut, pemerintah Inggris Raya harus memprioritaskan kaum muda. Usia di bawah 25 tahun adalah kelompok yang sangat beragam, dan mereka akan mengalami dan merespons tantangan ini dengan cara yang berbeda.

Sementara anak muda lulusan dari universitas kemungkinan menghadapi kesulitan lebih awal dalam mendapatkan pekerjaan sesuai kapasitas mereka. Mereka tidak akan berada dalam situasi yang sama dengan mereka yang berasal dari kelompok anak muda yang bukan lulusan universitas, yang menghadapi kurangnya peluang pekerjaan bahkan sebelum pandemi.

“Keadilan antargenerasi berarti mengakui pengorbanan yang diperlukan yang dilakukan oleh kaum muda selama pandemi ini, dan langkah-langkah pendukung yang mendorong mereka ke depan antrian,” ujar Carter.

Sudah ada bukti bahwa pandemi telah memunculkan kesenjangan generasi dalam perumahan. Kaum muda lebih mungkin dikurung di rumah-rumah yang lebih kecil dan penuh sesak tanpa akses ke taman daripada kelompok usia yang lebih tua.

Sebuah studi oleh Nuffield Foundation menemukan bahwa orang muda yang berusia 16 hingga 24 tahun di Inggris diharuskan tinggal di rumah-rumah dengan ruang yang sempit. Sebagian lagi mereka tinggal di lingkungan kumuh atau padat. (GR)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here